Antisipasi Penyebaran Hoaks di Pilkada 2020, KPU Bentuk Tim Khusus Anti-Hoaks

4

[BHC-Jakarta] Pemungutan suara Pilkada rencananya akan digelar pada 23 September 2020 di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Mengantisipasi terjadinya penyebaran berita bohong jelang Pilkada 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana membentuk tim khusus untuk menangani hoaks selama penyelenggaraan pemilihan umum.

“Kami usulkan, bisa membentuk tim (anti-hoaks) atau kelompok kerja yang isinya lintas lembaga,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Arief menjelaskan bahwa tim khusus ini akan terdiri dari unsur KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), anggota kepolisian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Bahkan Arief menegaskan jika lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pegiat media sosial hingga ahli siber pun ikut berkontribusi dalam tim ini.

Arief mengatakan, untuk membentuk tim khusus tersebut pihaknya telah melakukan pemetaan ancaman hoaks dengan pihak terkait. Pemetaan itu didasari dari evaluasi Pemilu 2019.

Baca Juga :  Pilkada & Penguasaan Sumber Daya Alam

“Kemarin yang banyak diperbincangkan adalah persebaran hoaks, kami diskusikan kenapa itu terjadi, bagaimana mengatasinya, lalu apa yang dipersiapkan agar yang demikian (hoaks) tidak terjadi lagi,” ucap Arief.

Pembentukan tim khusus ini selain untuk mengantisipasi penyebaran hoaks jelang Pilkada 2020 juga untuk mengedukasi pemilih tentang Pilkada.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut edukasi itu akan digalakkan melalui media sosial supaya pemilih kebal terhadap hoaks yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan calon pemimpin.

“KPU punya program besar pendidikan pemilih. Salah satunya kami akan memanfaatkan medsos untuk melakukan pendidikan pemilih. Menumbuhkan kembali kesadaran kritis masyarakat, khususnya masyarakat pemilih. Kegiatan seperti ini, akan kita lakukan bersama KPU kabupaten/kota se-Indonesia,” jelas Wahyu.