Tak Bisa Buktikan Pelanggaran TSM, Tim Hukum Jokowi Optimis Permohonan 02 Ditolak MK

3

[BHC-Jakarta] Sidang sengketa hasil pilpres yang diajukan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah selesai dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang digelar sebanyak 5 kali sejak 14 Juni 2019 hingga Jumat (21/6/2019) kemarin.

Berdasarkan sidang tersebut, Juru Bicara Bidang Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Razman Arif Nasution optimis permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres ditolak MK.

Pasalnya, menurut Razman, Tim Hukum 02 tidak bisa membuktikan adanya kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif (TSM) dalam proses persidangan di MK.

Selain itu, Razman menyebut narasi yang diberikan oleh 15 saksi ahli dari pihak pemohon tidak kuat untuk membuktikan adanya kecurangan TSM.

“Insya Allah 28 Juni nanti Pak Jokowi akan tetap menang, dan pihak terkait akan ditolak gugatannya dari yang disampaikan oleh pihaknya,” ujar Rizman.

Namun, Tim Hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan tetap menerima apapun keputusan majelis hakim nanti. Karena, dirinya percaya MK akan memberikan putusan dengan adil.

Baca Juga :  Hasil RPH, Percepat Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres pada Kamis, 27 Juni 2019

“Kami akan tetap percaya dan menerima apapun putusan dari MK pada 28 Juni nanti,” tegas Razman.

Hal tersebut disampaikan oleh Razman Arif Nasution di acara diskusi publik betajuk ‘Sidang MK dan Kita’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).