Gunakan Istilah Siluman dan Manipulatif, Saksi 02 Ditegur Hakim MK

1

[BHC-Jakarta] Saksi fakta yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Agus Muhammad Maksum, dalam persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) menggunakan istilah ‘siluman’ dan ‘manipulatif’.

Agus menggunakan istilah ‘siluman’ dan ‘manipulatif’ untuk memberikan keterangan terkait Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang tak tercantum pada sejumlah data di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Yang invalid kan terbukti siluman, enggak ada..,” ujar Agus di persidangan.

Hakim Konstitusi Suhartoyo langsung menegur Agus, sebab menurut Suhartoyo, penggunaan istilah siluman dan manipulatif adalah istilah yang menyatakan pendapat.

“Anda dari tadi menggunakan istilah siluman dan manipulatif. Jangan gunakan istilah seperti itu,” tegas Suhartoyo dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Suhartoyo meminta Agus untuk menggunakan istilah yang lebih netral. Karena Agus dihadirkan sebagai saksi fakta yang tidak boleh berpendapat dan menilai sesuatu.

Baca Juga :  Groundbreaking Pembangunan Landasan Soekarno-Hatta Ketiga Pada April 2017