PM Inggris Bertekad Bersikap Lebih Keras Terhadap Terorisme

43
PM Inggris dalam konferensi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 26 Juni 2015. AFP/ALAIN JOCARD.

Perdana Menteri Inggris Theresa May bertekad bahwa “perlu ada perubahan” setelah terjadinya serangan penabrakan dan penusukan di dekat jembatan London, Sabtu 3 Juni 2017 malam waktu setempat.

Serangan menewaskan tujuh orang dan melukai hampir 50 lainnya, saat sebuah mobil van menabrak kerumunan pejalan kaki di Jembatan London. Setelah penabrakan, tiga pelaku keluar dari mobil dan menusuk orang-orang secara acak.

“Kita tidak bisa berpura-pura situasi saat ini bisa berlanjut begitu saja,” ujar PM May kepada awak media di luar kediamannya di London, Minggu 4 Mei 2017.

“Jujur saja, sudah terlalu banyak toleransi terhadap ekstremisme di negara kita,” lanjut dia, seperti dilansir¬†NBC News.

PM May mengatakan ada “tren baru” di Inggris dalam hal ancaman keamanan. “Terorisme melahirkan terorisme,” ucap PM May yang menyebutkan bahwa serangan terkoneksi dengan “ideologi jahat dari ekstremisme.”

Dalam sebuah rapat darurat bersama kabinetnya, PM May mengatakan: “Sudah cukup. Perlu ada perubahan.”

Ia menambahkan, kepolisian dan agen intelijen telah menggagalkan lima plot terorisme “kredibel” sejak serangan di Parlemen yang menewaskan tiga orang pada Maret lalu.

Baca Juga :  Menangi Pilpres Prancis, Macron : Saya Akan Bayar Kepercayaan Anda

Insiden terbaru di Jembatan London terjadi pukul 22.08 waktu setempat. Dalam kurun waktu delapan menit, semua pelaku ditembak mati petugas keamanan.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. (WIL/http://internasional.metrotvnews.com/eropa/VNxQvm8b-pm-inggris-bertekad-bersikap-lebih-keras-terhadap-terorisme).