Suu Kyi dan Paus Fransiskus Diskusikan Hubungan Bilateral

47
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) berjabat tangan dengan Paus Fransiskus di Vatikan, 4 Mei 2017. (Foto: AFP).

Myanmar dan Vatikan sepakat menjalin hubungan bilateral dalam pertemuan Aung San Suu Kyi dengan Paus Fransiskus, Kamis 4 Mei 2017.

Seperti dikutip Associated Press, keduanya bertemu di Vatikan dan membahas berbagai hal yang diperlukan untuk meresmikan hubungan bilateral.

Pemerintah Myanmar menghadapi gelombang kritik Internasional atas dugaan kekerasan di negara bagian Rakhine. Pasukan Myanmar dituduh melakukan serangkaian kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.

Fransiskus menyerukan, komunitas global untuk mendoakan Rohingya yang mengalami diskriminasi di negara dengan mayoritas pemeluk agama Buddha.

Pada Februari, Fransiskus mengecam “penyiksaan dan pembunuhan (terhadap Rohingya), hanya karena mereka itu melanjutkan tradisi dan menjalankan keyakinan mereka sebagai Muslim.”

Vatikan mengatakan, keputusan menjalin hubungan diplomatik dengan Myanmar akan “mendorong ikatan persahabatan.”

Di tempat lain, Fransiskus memproses status kesucian Santo seorang Kardinal asal Vietnam yang dipenjara selama lebih dari 13 tahun. Dia menandatangani sebuah dekrit yang menyatakan bahwa Kardinal Francois Xavier Nguyen Van Thuan telah menjalani kehidupan heroik.

Thuan meninggal dunia akibat penyakit kanker di Roma pada 2002, dimana dirinya terpaksa hidup terasing di momen-momen terakhirnya. Ia dipenjara selama lebih dari 13 tahun sejak 1975.
(WIL/http://internasional.metrotvnews.com/eropa/eN4J7L1k-suu-kyi-dan-paus-fransiskus-diskusikan-hubungan-bilateral).

Baca Juga :  Donald Tusk Kembali Pimpin Dewan Eropa