RI-Afrika Jajaki Kerjasama Transportasi Udara dan Kereta Api

63
Menhub Budi Karya Sumadi. (FOTO : MTVN/Dian Ihsan Siregar).

Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan menjajaki kerjasama transportasi udara dan perkeretaapian.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, hal itu merupakan tindak lanjut pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedleyehlekisa Zuma.

“Saya mendapat kehormatan untuk melepas kepulangan Presiden Afsel usai menghadiri perhelatan IORA kemarin. Presiden dan delegasi Afsel menyatakan senang berkunjung ke Indonesia dan mengapresiasi pemerintah Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta seperti dikutip dari¬†Antara,¬†Kamis 9 Maret 2017.

Menurut Budi, ada beberapa hal yang akan kita jajaki dengan Afsel adalah kerjasama bidang penerbangan dan perkeretaapian di Kalimantan. Budi mengungkapkan, bahwa saat ini sudah ada perusahaan dari Afrika Selatan yang tertarik untuk berinvestasi membangun perkeretaapian di Kalimantan untuk angkutan batu bara.

“Di Afrika Selatan bidang pertambangannya juga sudah maju. Jadi, nanti akan ada satu perusahaan di sana yang akan bertemu untuk membahas kerjasama angkutan KA batu bara di Kalimantan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa Kemenhub akan mengkaji lebih dalam kerjasama tersebut dan membahas secara detil perjanjian atau dengan Afrika Selatan agar semuanya jelas.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Akan Evaluasi Larangan Penggunaan Cantrang

“Memang saat ini belum ada sebuah perjanjian karena kalau membuat perjanjian harus detil. Jangan sampai sudah berbicara ini itu, tapi tindak lanjutnya tidak ada,” ucapnya.

Sementara di sektor udara, Budi mengatakan, pemerintah Indonesa akan melakukan peningkatan kerjasama di bidang penerbangan dengan Afrika Selatan.

Ia menjelaskan, Presiden Jokowi menginginkan Indonesia bisa menjadi hub penerbangan Afrika Selatan ke negara-negara Asia, sebaliknya Indonesia akan menjadikan Afrika Selatan sebagai hub Indonesia ke negara-negara Afrika.

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Afrika Selatan Suprapto Martosetomo yang mendampingi Menhub melepas kepulangan Presiden Afsel mengatakan, banyak sekali peluang bisnis dengan Afrika Selatan yang bisa dimanfaatkan Indonesia.

“Afsel sudah maju dalam teknologi. Untuk sektor kereta api, kita bisa masuk ke sana melalui Inka untuk mengembangkan sektor perkeretaapian di Afrika Selatan,” jelasnya.

Kerjasama Indonesia dengan Afrika Selatan, khususnya di sektor transportasi udara sudah dimulai sejak 1997. Pada saat itu, telah dilakukan penandatangan perjanjian induk pembukaan hubungan udara kedua negara.

Berlanjut pada 2013, kedua negara melakukan penandatangan nita kesepahaman terkait pengaturan hak-hak angkutan udara. Isi dari nota kesepahaman tersebut yaitu membuka rute penerbangan Indonesia-Afrika dengan frekuensi tujuh kali seminggu.

Baca Juga :  Menteri Keuangan se-ASEAN Berkumpul di Jakarta

Kedua negara sepakat membuka seluruh akses penerbangan melalui bandara-bandara Internasional yang ada. Afrika Selatan sendiri memiliki tiga bandara Internasional utama yaitu Bandara Internasional Cape Town, Bandara Internasional Tambo (Johannesburg) dan Bandara Internasional Durban.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada maskapai penerbangan yang melayani penerbangan antarkedua negara, baik itu dari maskapai nasional maupun maskapai Afrika Selatan. (AHL/Antara/http://ekonomi.metrotvnews.com/globals/Rb1lBPxN-ri-afrika-jajaki-kerja-sama-transportasi-udara-kereta-api).