Lewat Aplikasi Monitoring, Menteri Perhubungan Pantau Proyek Transportasi

63
Menhub meluncurkan aplikasi Monitoring Strategis (Foto: Dok. Kemenhub).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan aplikasi Monitoring Strategis sebagai media pemantauan perkembangan proyek transportasi di Indonesia. Lewat aplikasi ini, nantinya dia dapat memantau secara langsung pengelolaan anggaran dan proyek pembangunan sarana dan prasarana transportasi.

“Dengan adanya aplikasi ini menjadi real time, bisa komunikasi langsung. Kita akan menggunakan aplikasi ini sebagai suatu basis daripada pengelolaan anggaran dan proyek yang ada di sini (Kemenhub),” kata Menhub Budi melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (22/2/2017).

Budi mengucapkan, hal itu di depan para kuasa pengguna anggaran (KPA) di lingkungan Kemenhub seluruh Indonesia di Jakarta. Ia meminta kepada seluruh KPA untuk melaporkan kemajuan pembangunan kegiatan strategis secara reguler, baik dari sisi anggaran maupun perkembangan fisik.

Selama enam bulan menjabat, Budi mengaku, belum dapat mengunjungi seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kemenhub yang tersebar di seluruh Indonesia. Adanya aplikasi ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang aktual dan dapat digunakan untuk evaluasi kegiatan.

“Esensinya kita dipisahkan oleh jarak. Saya jadi Menteri lebih dari 6 bulan, tapi belum bisa mengunjungi semua teman. Cara yang paling efektif adalah dengan sistem,” ucapnya.

Baca Juga :  Kemlu Fasilitasi Ribuan WNI Bermasalah di LN
Foto : Dok. Kemenhub.

Pada kesempatan tersebut, Menhub Budi memaparkan pagu anggaran Kemenhub pada tahun 2017 sebesar Rp 45,98 triliun, sementara realisasi daya serap keuangan per 20 Februari 2017 baru sebesar Rp 1,41 triliun atau 3,07 persen. Menhub berharap pada akhir tahun 2017 daya serap Kemenhub mencapai 92%.

“Saya harap realisasi daya serap Kementerian Perhubungan pada akhir tahun 2017 dapat mencapai 92%. Kenapa? Karena kita ingin uang yang kita kelola, uang yang diamanahkan oleh pemerintah, memang dapat dibangun dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat”, ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menghimbau, pembenahan dan penyempurnaan dalam pengelolaan keuangan dilakukan dengan evaluasi kinerja. Ia meminta pejabat agar selalu mengawal dana yang digunakan dalam proyek pembangunan infrastruktur transportasi.

“Konsep penganggaran kita adalah money follow program. Proyek dipastikan memiliki fungsi bagi masyarakat. Oleh karenanya, saya meminta Bapak-Ibu mengawal dana-dana yang dimiliki rakyat ini supaya bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. Saya minta para eselon I dan eselon II mendorong KPA untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya. (jbr/idh/https://news.detik.com/berita/d-3429682/lewat-aplikasi-monitoring-menhub-pantau-proyek-transportasi).