Kernel Oil & Bengawan Solo Coffee

613

Pencarian seputar siapa dibalik perusahaan trading Kernel Oil, yang menyuap Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, semakin berkembang. Beberapa media mengatakan, dibalik Kernel Oil adalah pebisnis yang dekat dengan Partai Politik tertentu. Laporan lain menyebutkan dibalik Kernel Oil adalah salah satu pemilik outlet Bengawan Solo Coffee. 

[dropcap]B[/dropcap]engawan Solo Coffee berkembang seperti Starbucks milik Antony Nursalim dan Coffee Bean, milik Chairul Tanjung. Bengawan Solo Coffee Shop mengatakan, pemilik Bengawan Solo Cake & Bakery adalah Tjendri Anastasia. Bengawan Solo Coffee didirikan pada tahun 1979.  Ia menikah dengan Jhonson Liew tahun 1973.

Pada tahun 1970, Anastasia berkunjung ke Singapura untuk pengembangan dan belajar berbahasa Inggris. Anastasia adalah Cina Bangka. Ia awalnya mengembangkan coffee Bengawan Solo dengan satu outlet dan berkembang menjadi 43 outlet. Pada tahun 2008, ia mampu meraup untung sebesar US$43 juta. Sekarang cake shop & Bakery di bawah payung Bengawan Solo Pte Ltd.

Namun, kepemilikan Coffee Bengawan Solo membingungkan. Banyak informasi menyodorkan kepemilikan Coffee Cake Bengawan Solo dengan pemilik berbeda. Ada yang mengatakan pemilik Bengawan Solo Ipang Widjojo sebagai pendiri dan pemilik Bengawan Solo Coffee. Dalam berita Majalah Marketing.Co.id, Edisi April 2011, Ipang mengatakan, Ipang mulai membuka Bengawan Solo Coffee pada Mey 2003 di ITC Kuningan, Jakarta-Selatan. Menurut Ipang, kecintaan pada Kopi mengingatkan dia pada orangtuanya yang selama 30 tahun berbisnis kopi. Ia juga menerima tawaran dari Australia, Malaysia dan Cina, untuk mendapat persetujuan hak pemegang lisensi franchise.

Baca Juga :  Kernel Oil dan Pengambil Keputusan Tender

Sementara artikel lain mengatakan, pemilik Bengawan Solo Coffee adalah Julian Wibowo yang dibangun sejak 2003 dengan 35 outlet termasuk di Pacific Place. Julian lahir pada 11 Juli, 1976. Ia melanjutkan bisnis kopi warisan orangtuanya. Ia adalah putra ke dua dari enam bersaudara. Julian pernah menjadi manager Wendy Seatle, Amerika Serikat.

Menariknya bahwa di gedung DPR, Senayan ada satu outlet Bengawan Solo Coffee. Rumornya, Bengawan Solo Coffee menjadi tempat berkumpul para mafia anggaran. Kabarnya juga, beberapa pemimpin DPR memerintahkan membubarkan Bengawan Solo Coffee. Namun tak ada implementasi lebih lanjut, karena Bengawan Solo Coffee masih saja dibuka di Senayan. Tempat itu menjadi pelepas lelah dan tempat mampir banyak pengunjung. Outlet itu, dimiliki oleh salah satu anggota Partai Demokrat, Albert Yaputra, anggota Komisi X, DPR-RI.

Mengejutkan, beberapa rumor, entah benar atau salah, dibalik Kernel Oil yang menyuap kepala SKK Migas ada kaitannya dengan pemilik salah satu outlet Bengawan Solo Coffee. Kita masih menanti investigasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(Tim Riset BHC)

Baca Juga :  Boni Hargens : Dipimpin BG, BIN Banyak Kemajuan