25.4 C
Jakarta, ID
Monday, January 21, 2019
NewBanner
Terhitung sejak 2016, dinamika politik di tanah air ditandai berbagai goncangan yang cukup melelahkan dan meresahkan. Politik identitas menjadi arus utama ketika oposisi politik kehilangan akal sehat untuk mengevaluasi dan mendelegitimasi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Suku, agama, ras, dan...
Oleh : BONI HARGENS, DIREKTUR LEMBAGA PEMILIH INDONESIA Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Mei 2018 di halaman 7 Air mata mengalir saat kita dengan geram mengutuk terorisme. Tetapi, kita juga sadar, terorisme tidak muncul ex...
Penulis : Boni Hargens*) Gagasan itu menurut saya datang dari para politisi pemburu rente (rent-seeking politicians) yang ingin menjebak pemerintah dalam pusaran politik radikal. Selentingan beredar bahwa Rizieq Sihab (RS) hari ini tiba di tanah air. Bahkan Kepolisian Republik Indonesia merepsons...
Wakil Presiden Boediono, di depan pebisnis senior dan pejabat pemerintah, menegaskan bahwa demokrasi kita sudah di jalan yang benar walau seringkali berisik (25 Maret 2010). “Democracy is noisy. Banyak suara-suara, tetapi substansi harus ditemukan di sana. Kami harus mendapat...
Opini, Kompas, Rabu, 18 Maret 2015 Hal : 6 Etika dalam Masalah Oleh : BONI HARGENS Tahun 1961, saat diadili di Jerusalem, seusai ditangkap di pinggiran Buenos Aires pada 11 Mei 1960, Adolf Eichmann bersikukuh tidak bersalah atas pembantaian lebih dari 6...
Kepada Bpk Setya Novanto, Ketua DPR RI , Pemilik PT SIM, Politisi Partai Golkar Bpk Frans Lebu Raya, Gubernur NTT, Politisi PDI-Perjuangan Dengar hormat, Surat ini kami tulis kepada Anda, untuk menyampaikan, sekali lagi, dengan lebih terang-benderang, ketidaksetujuan dan penolakan kami atas privatisasi...
Media Indonesia mengangkat headline masalah pajak dengan judul 'Negara Kalah Telak 1-4 di Pengadilan Pajak' (30/3/2010). Editorial melengkapi berita utama dengan tajuk soal gerakan boikot pajak di Facebook sebagai wujud kekecewaan pihak wajib pajak terhadap perlakuan negara yang tak...
Demokrasi sebagai konsep tentu dapat diperdebatkan. Kaum Fukuyamian melihatnya sebagai postulat akhir sejarah. Yang sinis dengan dinamika global melihatnya sebagai hegemoni (Russet, 2011). Bruce M Russet melihat bahwa setelah Perang Dingin, hegemoni dan demokrasi berkembang bersamaan. Itulah yang menonjol dalam...

FOLLOW US

0FansLike
65,353FollowersFollow
8,361SubscribersSubscribe

RECENT POSTS