[BHC-Jakarta] Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar peringatan Hari Konstitusi pada Minggu (18/8/2019) di Nusantara IV Gedung Parlemen Senayan Jakarta.

Hadir dalam acara, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Muhajir Effendy, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Ketua DPD Oesman Sapta, serta sejumlah pejabat lembaga negara lainnya.

Dalam pidatonya, Zulkifli menyerukan semangat kemerdekaan dan konstitusi.

“Dalam kerangka itu, izinkan saya atas nama pimpinan dan anggota MPR menyerukan kepada kita semua. Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Konstitusi. Merdeka!” tegas Zulkifli.

Zulkifli mengatakan bahwa konstitusi akan terus berkembang sesuai dengan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, pemahaman konstitusi yang ada harus sesuai dengan perubahan tersebut.

“Konstitusi adalah hukum yang mengatur negara, bukan hukum mengenai bagaimana negara mengatur. Negara perlu dibatasi kekuasaannya agar penyelenggaraannya tidak sewenang-wenang,” kata Zulkifli.

Diketahui, Hari Konstitusi ditetapkan setiap 18 Agustus sabagai peringatan terhadap lahirnya konstitusi Indonesia, UUD 1945, yang ditetapkan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Peringatan tersebut ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 18 Tahun 2008.

“Keppres 18 tahun 2008 yang menetapkan tanggal 18 sebagai Hari Konstitusi, bentangan sejarah menjadi dokumen nasional identitas kita. Karena itu kita menyerukan kepada kita semua rakyat Indonesia Dirgahayu RI dan juga  Dirgahayu Konstitusi Indonesia,” ujar Zulkifli

LEAVE A REPLY