[BHC-Jakarta] Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar peringatan Hari Konstitusi pada Minggu (18/8/2019) di Nusantara IV Gedung Parlemen Senayan Jakarta.

Hadir dalam acara, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Muhajir Effendy, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Ketua DPD Oesman Sapta, serta sejumlah pejabat lembaga negara lainnya.

Dalam pidatonya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan soal sejarah Konstitusi. Menurut JK, konstitusi bangsa Indonesia sudah konsisten sejak dulu.

“Kalau kita lihat sejarah, konstitusi kita itu sesuatu yang sangat konsisten. Dari waktu ke waktu dan proses yang baik. Kita merdeka 17 Agustus. Besoknya konstitusi diresmikan,” kata JK.

“Tapi prosesnya ke belakang sudah dibahas lama oleh BPUPKI sejak tanggal 7 Agustus. Jadi itu sudah dibahas. Kita satu pasal berbulan-bulan dibahas DPR. Beliau-beliau (BPUPKI) membentuk dasar negara 10 hari,” lanjut JK.

JK mengatakan, bahwa Pancasila yang dibahas oleh para pendiri bangsa dua bulan sebelum Indonesia merdeka digunakan sebagai dasar konstitusi.

“Ada proses yang dilakukan sesuai tahapan untuk membentuk konstitusi negara ini. Mulai dari Pancasila pada bulan Juni, draft konstitusi pada 7 Agustus, merdeka 17 Agustus, dan konstitusi yang diberlakukan pada 18 Agustus,” jelas JK.

“Jadi kemerdekaan ini tidak tiba-tiba. Konstitusi tidak tiba-tiba,” ucap JK.

Oleh karena itu, menurut JK patut disyukuri bahwa negeri ini telah hadir dan berkembang dalam usia yang cukup matang, yakni 74 tahun.

LEAVE A REPLY