[BHC-Jakarta] Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Unej, Bayu Dwi Anggono di acara diskusi bertajuk ‘Dinamika Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi: Saatnya Menerima Hasil’ mengatakan bahwa arah dan hasil putusan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah bisa ditebak.

“Sebenarnya hasil sudah bisa ditebak, bisa dibaca arahnya dengan dimajukannya sidang putusan. Permohonan pemohon BPN tidak dapat diterima karena aspek kualitatif dan kuantitatif-nya tidak bisa dibuktikan,” ungkap Bayu.

Menurut Bayu, tidak ada satu pun saksi dan bukti dari pemohon yang bisa memperkuat permohonan. Disamping itu, kubu Prabowo-Sandi juga hanya fokus pada Situng KPU untuk membuktikan adanya dugaan penggelembungan 22 juta suara. Sementara, Bayu menilai hal tersebut tidak ada hubungan dengan hasil.

“Padahal majelis sendiri pun sudah memberi kode bahwa Situng tidak bisa jadi landasan menggugat hasil pemilu,” tegas Bayu.

Hal tersebut disampaikan oleh Bayu Dwi Anggono di acara diskusi di DPP PA GMNI, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

LEAVE A REPLY