[BHC-Jakarta] Beredar foto seorang pria yang diduga terpidana E-KTP Setya Novanto tengah plesiran di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Terpidana Setnov diduga saat diberikan izin berobat di Rumah Sakit (RS) Santosa Bandung, dirinya sempat pelesiran di salah satu toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM mengatakan Setnov telah menyalahgunakan izin berobat.

“Terpidana Setnov diduga telah menyalahgunakan izin berobat. Setnov di toko bangunan Padalarang merupakan tindakan melanggar tata tertib lapas/rutan. Saat ini petugas pengawal telah diperiksa karena tidak menjalankan tugasnya sesuai standar operasional prosedur,” jelas Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Setya Novanto yang sebelumnya dari Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, kini dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/6/2019).

“Saat ini Setnov dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur. Pertimbangannya karena Rutan Gunung Sindur adalah rutan dengan pengamanan maksimun ‘one man one cell’ untuk teroris,” kata Ade.

Kepala Kantor KemenkumHAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak, mengatakan pihaknya sedang memeriksa seorang petugas yang melakukan pengawalan terhadap terpidana setnov yang tengah izin berobat.

“Satu orang yang sedang kami periksa,” kata Liberti, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (15/6/2019).

Liberti menilai, petugas yang melakukan pengawalan lalai saat mengawal Setnov di RS Santosa, Bandung.

“Kami belum bisa menyimpulkan, sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” ujar Liberti.

Liberti Sitinjak mengatakan, pihaknya hingga saat ini sedang memeriksa Setnov juga.

“Setnov juga sedang kami periksa, pemeriksaan berlanjut,” ujar Liberti.

LEAVE A REPLY