[BHC-Jakarta] Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang pilpres 2019.

Pada Jumat (24/5/2019) malam pasangan Prabowo-Sandi telah mendaftarkan gugatan sengketa hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membuktikan dugaan kecurangan yang selama ini digemborkannya.

Tim Prabowo-Sandi telah mengajukan 51 bukti gugatannya ke MK. Lalu MK akan menggelar sidang perdana pada 14 Juni 2019. Kemudian, MK akan memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan.

Disamping itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pun telah siap menjadi pihak terkait dalam gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh Prabowo-Sandi ke MK.

Saat ini TKN Jokowi tengah menyiapkan bukti-bukti dokumen kepemiluan dan menyiapkan para ahli. TKN Jokowi tersebut akan dipimpin oleh Ketua Tim Advokasi Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra.

“Kami sedang melakukan pembentukan tim hukum yang dipimpin Prof Yusril. Kamu juga sedang mempersiapkan diri mengkompilasi bukti-bukti yang terdiri atas dokumen kepemiluan,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, pada Sabtu (25/5/2019).

Arsul belum dapat menyebut nama dari saksi dan ahli yang akan diajukan pihaknya untuk sidang di MK. Sebab, pihaknya masih menunggu salinan dari permohonan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga.

“Kami perlu pilah-pilah dan putuskan mana yang diajukan setelah kami mendapatkan salinan final dari permohonan PHPU Presiden dan Wapres dari MK dan kami telah menjadi pihak terkait,” jelas Arsul.

LEAVE A REPLY