[Lembaga Pemilih Indonesia-Jakarta] Berdasarkan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetapkan Pasangan Calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di 21 provinsi. Sementara itu, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di 13 provinsi lainnya.

Dengan jumlah perolehan untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara sah. Sedangkan jumlah suara sah untuk pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 68.650.239 suara.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan menolak penetapan hasil rekapitulasi suara nasional pilpres yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

BPN Prabowo-Sandi mengatakan akan tetap melawan ketidakadilan dan kebohongan terkait Pilpres 2019 ini.

“Saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan,” ujar Aziz.

“Penolakan ini kami lakukan sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi,” lanjut Azis.

Hal tersebut disampaikan Aziz Subekti dalam acara rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil suara di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Setelah Jokowi-Maruf ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019, kedua saksi dari Prabowo-Sandi Didik Haryanto dan Aziz Subekti berpelukan dengan perwakilan dari Saksi parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf.

LEAVE A REPLY