[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Bambang Brodjonegoro rapat bersama empat Gubernur membahas rencana pemindahan Ibu Kota RI yang dilaksanakan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, pada Senin (6/5/2019).

Keempat Gubernur tersebut merupakan Gubernur yang wilayahnya menjadi calon lokasi ibu kota baru, Gubernur tersebut adalah Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar.

“Pertemuan ini kami akan membahas terkait isu pemindahan ibu kota yang sudah dibahas pada ratas minggu lalu,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, rencana perpindahan ibu kota menjadi hal serius karena rencana perpindahan ibu kota tersebut tertuang dalam rencana panjang jangka menengah nasional 2020-2025 yang fokus dalam pengurangan kesenjangan wilayah.

“Jabodetabek merupakan wilayah terpadat, kesenjangan antara jakarta dan sekitarnya sangat tinggi,” kata Bambang.

Selain itu, kemacetan, banjir hingga ketersediaan air bersih masih menjadi masalah pokok di wilayah Jakarta.

“Seperti kemacetan itu akan membebani kerugian ekonomi, kerugian akibat lingkungan hidup dan dari penggunaan BBM yang tinggi. Selain itu kualitas air yang 56% nya tercemar berat,” tegas Bambang.

Bambang Brodjonegoro menilai, pemindahan ibu kota baru selain melihat kesenjangan wilayah, faktor sejarah juga menjadi acuan pemerintah dalam membahas isu ini.

Bambang mengatakan pemerintah ingin membangun sebuah ibu kota baru hasil bangsa Indonesia sendiri. Karena sejarah ibu kota Indonesia berawal dari masa penjajahan Belanda.

“Jadi sejarahnya Jakarta sebagai ibu kota Indonesia dulu karena merupakan pusat pemerintahan kolonial Belanda yang dikembangkan VOC,” beber Bambang,

“Karena itu, kita juga ingin punya ibu kota yang berasal dari pemikiran kita sendiri yang dapat bersifat international class kelak,” pungkas Bambang Brodjonegoro.

LEAVE A REPLY