[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Debat babak terakhir (debat kelima) Calon Presiden dan Wakil Presiden RI menghadirkan pembahasan mengenai ‘Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri’. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan ekonomi untuk ke depan terkait urgensi memperbaiki kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi.

“Jika pertumbuhan lima persenan yang sudah terjadi dalam 6 tahun ini tidak segera diakselerasi, maka akan sulit bagi Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju,” ujar Eko Listyanto di acara diskusi betajuk ‘Tantangan Ekonomu dan Kesejahteraan Sosial’ di Jakarta, pada Kamis (11/4/2019).

Eko Listyanto menilai, negara Indonesia ‘Kalah lari’ dalam laju ekonomi dengan negara Vietnam, India, Malaysia dan Philippines.

“Negara Indonesia laju pertumbuhan ekonominya biasa saja, tidak seperti negara Vietnam, India, Malaysia dan Philippines yang sangat cepat dan bervariasi,” Eko Listyanto.

Menurut Eko Listyanto, Senjangnya porsi aktivitas ekonomi di setiap daerah di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

“Seperti, lima tahun lalu (2014) porsi Jawa sudah mencapai 57,4 persen, saat ini (2018) porsi Pulau Jawa justru naik menjadi 58,48 persen dalam pembentukan PDB nasional,” beber Eko Listyanto.

Selain itu, Eko Listyanto menilai, di Indonesia dukungan sektor keuangan bagi perekonomian relatif rendah dan daya beli tidak tergugah, saat inflasi cenderung rendah serta ketimpangan yang belum teratasi.

LEAVE A REPLY