[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho mengatakan jika tidak terjadi perbaikan kinerja industri, neraca perdagangan non-migas akan mengulangi defisit seperti 1996.

Menurut Andry Satrio Nugroho, deindustralisasi terjadi secara global, namun lajunya tidak secepat di Indonesia.

“Industri 4.0 hanya dipandang sebagai gimmick politik dibandingkan perencanaan ekonomi yang matang. Tidak adanya perencanaan yang mendasar mengenai apa yang perlu dikembangkan, tahapan yang perlu dilaksanakan di sektor prioritas,” sebut Andry Satrio Nugroho di acara diskusi betajuk ‘Tantangan Ekonomu dan Kesejahteraan Sosial’ di Jakarta, pada Kamis (11/4/2019).

Andry Satrio Nugroho menilai, deindustralisasi membuat penerimaan pajak dari manufaktur menurun, padahal kontribusinya terhadap penerimaan besar.

“Berbeda dengan Malaysia, tenaga kerja Indonesia belum banyak bergeser ke sektor manufaktur dari pertanian, negara ASEAN sudah ekspor teknologi tinggi, Indonesia masih mengekspor sumber daya alam, dan sebagai negara besar di Asia, frekuensi perdagangan Indonesia masih rendah dan belum terbuka (liberal) sepenuhnya,” sebut Andry Satrio Nugroho.

Oleh karena itu, Andry berharap pada debat kelima kedua kandidat capres dan cawapres akan mengangkat isu penyerapan tenaga kerja. Setidaknya, kedua pasangan menyinggung soal strategi penyerapan tenaga kerja, seperti pembenahan balai kerja yang harus sesuai kebutuhan industri.

“Untuk menjawab tantangan industri bukan lewat balai kerja tapi lewat sekolahnya dulu. Yang menjadi persoalan adalah job creation, bagaimana penyerapan tenaga kerja yang krusial ketika industri saat ini dari segi output menurun, dan level penyerapan tenaga kerja juga makin menurun,” tegas Andry Satrio Nugroho.

Menurut Andry Satrio Nugroho, ‘kartu sakti’ yang sudah diterbitkan oleh Jokowi belum menyelesaikan inti masalah penyerapan tenaga kerja. Seharusnya, pemerintah memiliki pendataan keseluruhan yang wajib mendapatkan bantuan.

LEAVE A REPLY