PROBOLINGGO, iNews.id – Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyapa ribuan pendukungnya saat kampanye di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dengan bahasa lokal, bahasa Madura, yang banyak digunakan masyarakatnya.

“Dhe’ remmah kaberreh? (Bagaimana kabarnya) Baik semuanya,” tanya Jokowi kepada ribuan pendukung yang memenuhi GOR Mastrip Probolinggo, Rabu (10/4/2019).

Sapaan Jokowi itu disambut dengan antusias oleh ribuan pendukungnya yang telah memenuhi GOR sejak pagi. Jokowi pun kemudian menyampaikan orasi politiknya mengenai betapa besar dan beragamnya Indonesia, termasuk keragaman bahasa daerah sehingga persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dijaga.

“Indonesia ini negara besar. Setiap saya datang ke sebuah kota, kabupaten, saya selalu ingin belajar bahasa daerah masing-masing. Tapi, begitu pindah kabupaten kota yang kemarin sudah lupa lagi. Karena Indonesia memiliki 1.100 bahasa daerah dan 714 suku berbeda-beda,” katanya.

Jokowi menjelaskan soal keinginannya untuk belajar bahasa daerah, namun karena ada begitu banyak bahasa daerah, dia pun mengaku kesulitan.

“Di sini ada dhe’ remmah kaberreh. Nanti pindah ke Jabar, sampurasun. Pindah ke Medan beda lagi, horas. Pindah ke Sulsel beda lagi, apa kareba. Terus berbeda-beda. Inilah negara kita Indonesia yang dianugerahi Allah berbeda-beda, majemuk, dan beragam. Ini sudah menjadi sunatullah hukum Allah berbeda-beda,” katanya.

Namun, Jokowi menegaskan agar masyarakat yang majemuk ini mensyukuri perbedaan tersebut dan tetap bersatu dan rukun karena persatuan dan kerukunan merupakan aset dan modal terbesar bangsa ini.

Jokowi juga berpesan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadikan bangsa ini pecah. Pilpres selalu digelar setiap lima tahun sehingga jangan sampai gara-gara pesta demokrasi itu, sesama saudara sebangsa dan setanah air justru pecah.

“Pilpres beda pilihan enggak apa-apa. Tapi jangan korbankan persaudaraan kita, ukhuwah kita, kerukunan kita. Enggak apa-apa berbeda,” katanya.

Kampanye itu juga dihadiri Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Dari pantauan, suasana GOR Mastrip di Probolinggo, Jatim, disesaki ribuan orang. Masyarakat yang hadir sebagian besar mengenakan atribut kaus berwarna putih bertuliskan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Bendera dan baliho dari parpol pendukung berkibar di berbagai tempat, dengan sejumlah spanduk bernada dukungan pun bertebaran seperti #JOKOWIORANGBAIK, #JOKOWISUDAHTERBUKTI, #JOKOWILAGI.

Jokowi tiba di GOR Mastrip sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung disambut riuh oleh para pendukungnya. Selama sekitar satu jam, Jokowi kemudian meninggalkan lokasi tersebut dan bertolak kembali ke Jakarta.

(Oleh: Maria Christina/ https://www.google.co.id/amp/s/www.inews.id/jatim/amp/jokowi-sapa-ribuan-pendukung-di-probolinggo-dengan-bahasa-lokal/511969) 

LEAVE A REPLY