[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens mengatakan, pertarungan pada Pemilu 2019 antara pasangan Joko Widodo- Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno memiliki dua kutub yang berbeda.

“Pemilu ini merupakan pertarungan dua kutub. Kutub pertama ingin membawa Indonesia maju, dengan melakukan proyek humanisasi, kutub lainnya ingin menarik Indonesia mundur kembali ke masa oligarkis,” sebut Boni Hargens di acara diskusi bertajuk ‘Tolak Berita Palsu Menjelang Pemilu’ pada Minggu (7/4/2019) di Ammarin Restaurant, Jakarta.

Boni Hargens sebut dengan kebangkitannya internet, hoaks adalah suatu yang memiliki tujuan jahat dan mengerikan yang mengangkat sisi negatif campaign dan akan menggiring pada black campaign yang sengaja diciptakan untuk merusak persepsi.

“Kita bayangkan saja, berita terkait Pak Jokowi yang sholatnya lebih baik dari pasangan lainnya kini terimbas isu hoax, difitnah dan dicerca habis-habisan. Saya kira semua tahu, bahwa pertarungan pemilu kali ini adalah pertarungan masa lalu dan dan masa depan,” tutur Boni Hargens.

Menurut Boni, masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk memilih calon pemimpin pada 17 April mendatang. Boni menilai hal tersebut sebagai titik penting untuk menentukan masa depan bangsa.

“Pemilu 2019 adalah pertarungan antara nilai nasionalis dengan nilai radikalis. 17 April 2019 adalah titik penting bagi kita semua dan perjalanan bangsa Indonesia. Rational choice adalah kekuatan untuk mempengaruhi perubahan di masa yang akan datang,” beber Boni.

Boni Hargens mengatakan, tingkat pendidikan, ekonomi dan haluan politik dapat mempengaruhi masyarakat mudah menelan berita hoaks. Negara butuh proses yang cukup lama dalam menangani hal tersebut.

“Saya mau mengatakan, saya percaya pendekatan persuasive dan pencerahan kepada masyarakat. Saya percaya, bahwa mereka yang mudah terjangkit kabar palsu atau hoax ini adalah kelompok masyarakar akar rumput yang dipengaruhi oleh latar pendidikan, ekonomi, haluan politik dan lainnya. Saya tidak percaya negara bisa cepat dalam mengatasi hal ini, apalagi internet yang tak kenal batas,” tegas Boni.

Direktur LPI Boni Hargens mengajak para masyarakat untuk sadar dan lebih cerdas dalam mengatasi persoalan yang tengah panas menjelang pilpres 2019. Masyarakat dan institusi negara harus saling berkerja sama menyikapinya.

“Kita harus dukung seluruh institusi negara, dimana fenomena dan upaya mendelegimitasi seluruh institusi negara tengah dilakukan. KPU tengah dilegitimasi, institusi kepolisian tengah dilegitimasikan, institusi inteljien juga tengah dilegitimasikan. Maka tidak ada cara lain, terkecuali kita punya kesadaran bersama untuk lebih peka dan cerdas dalam memilah dan memilih informasi,” ujar Boni Hargens.

LEAVE A REPLY