[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Peneliti Senior & Ketua Departemen Hubungan Internasional CSIS Indonesia Shafiah F Muhibat mengatakan, keberadaan teknologi dan informasi sulit untuk mengendalikan berita bohong atau hoaks.

“Saya akan mencoba mengkaji persoalan hoax dari fenomena global, tidak hanya di Indonesia, tapi hampir di sebagian besar negara di dunia. Tadi sudah dijelaskan, karena teknologi, media social, kita tidak lagi bisa mengendalikan informasi,” kata Shafiah F Muhibat di acara diskusi bertajuk ‘Tolak Berita Palsu Menjelang Pemilu’ pada Minggu (7/4/2019) di Ammarin Restaurant, Jakarta.

Shafiah F Muhibat sebutkan dampak berita bohong menjelang pemilu 2019 yaitu, rendahnya ketidak percayaan dan penggiringan opini publik.

“Kalau dikaitkan dengan pemilu, ada beberapa hal negative yang bisa dibawa oleh hoax. Pertama, ada tendensi ketidakpercayaan masyarakat terhadap saluran-saluran informasi yang legal. Kedua, bisa terjadi, atau berita palsu itu bisa membuat opini penggiringan masyarakat. Dalam konteks pemilu, itu bisa memengaruhi rasionalitas pemilih,” beber Shafiah F Muhibat.

Oleh karena itu, Shafiah F Muhibat mengatakan, bahwa hoaks adalah suatu yang penting dan tidak boleh dikesampingkan, karena dampanya sangat luar biasa.

“Dengan kata lain, berita palsu ini tidak bisa kita anggap remeh efeknya. Contoh lain di Perancis, Pemilu 2017, Emmanuel Macron mendapatkan serangan dari kabar berita palsu. Misalnya memiliki rekening di luar negeri, mengenai orientasi seksualnya, beberapa serangan yang menimpa berita palsu,” jelas Shafiah.

Menurut Shafiah F Muhibat, salah satu strategi menghadapi hoaks adalah dengan memperluas informasi dan pertemanan. Dengan cara tersebut publik dapat memilah dan memilih berita yang benar dan salah.

“Bagaimana strategi menangani berita hoax, dan bagaimana agar generasi muda bisa menangani berita palsu. Saya kira abang none tidak usah diajarkan lagi bagaimana mengatasi berita palsu, yang terpenting disini adalah bagaimana teman-teman memperluas informasi dan perkawanan. Kita boleh saja melakukan kesalahan, tetapi prinsipnya tidak boleh bohong atau hoax,” tegas Shafiah F Muhibat.

 

LEAVE A REPLY