[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Jurnalis TVRI Imam Priyono mengatakan, keberadaan berita bohong atau hoaks kian melonjak menjelang pemilihan umum 2019. Imam sebut pada bulan Maret sebanyak 453 berita bohong.

“Pada salah satu premis kalau kita bicara tentang informasi, bisa juga kita analogikan seperti busur panah, bila sudah melesat dan menancap, sulit dilepas lagi. Tadi sudah disampaikan, data dari Kominfo itu sudah semakin ekstrim dan semakin tinggi. Data bulan Maret 453 itu ada kabar hoax,” beber Imam Priyono di acara diskusi bertajuk ‘Tolak Berita Palsu Menjelang Pemilu’ pada Minggu (7/4/2019) di Ammarin Restaurant, Jakarta.

Menurut Imam Priyono, hoaks dapat ditangkal oleh media televisi. Sebab, media televisi jauh lebih aman untuk menarik lebih detil dan rigid serta program di televisi sudah memiliki agenda untuk menangkal hoax.

“Sebenarnya media televisi adalah salah satu obat untuk menangkal hoax. Karena media televisi jauh lebih aman untuk menarik lebih detil dan rigid. DNA media konvensional berdasarkan kode etik jurnalistik sebenarnya jauh lebih baik dan mekanismenya, bila ada kebobolan, mekanismenya bisa dipertanggungjawabkan. Lalu kesadaran televisi untuk menangkal hoax, saya kira saat ini sudah ada, program televisi di Indonesia juga sudah punya agenda yang sama untuk menangkal hoax,” tegas Imam.

Imam Priyono menilai, kalangan milenials merupakan generasi yang memiliki peran penting dalam menangkal hoaks. Generasi Milenials dapat mempengaruhi generasi Z dan generasi di atasnya.

“Penetrasi internet yang paling tinggi sebenarnya adalah di milenials bukan di generasi Z. Jadi kenapa strategis, alasan sederhananya kalian bisa memengaruhi generasi Z, generasi dibawahnya dan diatasnya,” ujar Imam.

LEAVE A REPLY