[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei nasional preferensi politik masyarakat. Pengumpulan data dilakukan pada 1-9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik yaitu:

Pertama, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah pusat di bawah Joko Widodo-M. Jusuf Kalla tergolong cukup baik, stabil berkisar pada angka 65,9%.

Kedua, PDIP dan Partai Gerindra merupakan partai politik tertinggi pilihan masyarakat, diikuti kemudian oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan PKS.

Ketiga, pada pengujian tingkat elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo- Ma’ruf Amin dipilih oleh (53,6%) mengungguli Prabowo Subianto- Sandiaga Uno (35,4%).

Keempat, dilihat dari hasil sebelumnya, trend elektabilitas kedua pasangan Capres-Cawapres mengalami peningkatan.

Kelima, dengan perolehan elektabilitas tersebut di atas, ketika dilakukan ekstrapolasi maka hasilkan perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipilih oleh (60,2%) mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (39,8%).

Keenam, tingkat kemantapan pilihan terhadap kandidat Capres-Cawapres sudah tergolong tinggi, berkisar pada angka 80 persen.

Ketujuh, penampilan debat kandidat Capres-Cawapres merupakan alasan utama swing voters di dalam menjatuhkan pilihannya.

Kedelapan, ketika ditanyakan kepada pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin, alasan tidak memilih Prabowo-Sandiaga Uno adalah kerena, belum berpengalaman, ambisius, belum tahu program kerjanya, banyak menyebar berita bohong dan ujaran kebencian, arogan, menggunakan segala cara untuk menang, berbeda ucapan dengan perbuatan, tidak suka dengan program-programnya, memecah belah umat Islam, dan lain-lain.

Selain itu, alasan pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak memilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin adalah karena, berbeda antara ucapan dengan perbuatan, tidak menepati janji, kurang tegas dan kurang berwibawa, hasil kerjanya tidak bagus, lebih berpihak kepada asing, wakilnya terlalu tua, tidak suka dengan program-programnya, tidak bisa memimpin, dan lain-lain.

Kesembilan, dilihat dari segi wilayah, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di hampir semua wilayag, kecuali di wilayah sumatera dimana Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul.

Kesepuluh, dilihat dari pilihan, secara umum dukung pemilih parati politik sejalan dengan dukungan Capres-Cawapres.

Hasil survei nasional Charta Politika ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (25/3/2019).

LEAVE A REPLY