[Lembaga Pemilih Indonesia- Jakarta] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Krakatau Steel (Persero) pada Jumat (22/3/2019) malam.

Dalam keterangan tertulis, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, OTT dilakukan sekitar Pukul 18.30 WIB, Jumat (22/3/2019).

“Tim KPK menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta,” ujar Basaria.

Basaria Pandjaitan mengatakan, KPK mendapatkan informasi terkait hal ini dari masyarakat bahwa ada rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN.

Kini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang direktur PT Krakatau Steel (Persero), KPK juga mengamankan pihak kontraktor dan pegawai BUMN.

“Sampai pagi ini ada dua orang lagi yang dibawa ke kantor KPK, dari kontraktor swasta dan pegawai BUMN,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Sabtu (23/3/2019).

Kasus tersebut diduga terkait penyuapan. Karena menurut Febri, ada pemberian uang secara cash dan penggunaan sarana perbankan.

“Keduanya sedang kami dalami baik yang menggunakan rupiah maupun dolar,” imbuh Febri.

Kepala Divisi IV PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011- 2013 Fathor Rachman, dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010 2014 Yuly Ariandi Siregar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK saat ini.

Terkait kasus tersebut, diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp186 miliar. Angka ini didapat berdasarkan anggaran yang digelontorkan Waskita Karya.

LEAVE A REPLY