TRIBUNWOW.COM – Sebuah kejadian unik sempat terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan dalam acara simakrama dengan tokoh adat dan masyarakat Bali di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali, Jumat (22/3/2019).

Di acara tersebut, Jokowi sempat memayungi seorang tokoh adat Bali yang berada di sampingnya.
Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut dapat dilihat di video yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Kejadian ini berawal dari adanya seorang tokoh adat Bali yang diminta untuk maju ke podium oleh Jokowi.
Jokowi bertanya soal pandangan sang tokoh adat yang tak disebutkan namanya itu.

“Apa pandangan bapak ke depan mengenai negara ini?,” tanya Jokowi.

Mendapatkan kesempatan berbicara, tokoh adat Bali itu lantas menyampaikan rasa senangnya karena dapat bertemu dengan Jokowi.
Tokoh adat itu lantas menyampaikan jawabannya.

“Seperti sudah dikatakan Pak Jokowi tadi, NKRI harga mati. Bagaimana kita harus bersatu dalam bentuk menjunjung tinggi dari segi kebhinekaan,” kata sang tokoh adat.

Saat tokoh adat itu bicara, hujan deras tiba-tiba mengguyur lokasi acara.

Namun, Jokowi dan sang tokoh adat tetap berada di sana, melanjutkan pemaparannya.

Ajudan Jokowi datang membawa payung berwarna hijau.

Namun, payung tersebut terlalu kecil untuk digunakan berdua.

Ajudan lain datang dan membawakan payung hitam yang memiliki ukuran lebih besar.

Jokowi membuka payung tersebut dan memayungi dirinya dan sang tokoh adat.

Saat momen tersebut terjadi, para peserta acara di lokasi langsung bersorak dan bertepuk tangan.

“Iya diteruskan,” kata Jokowi sambil memayungi.

Tokoh adat itu menyebutkan, jika ingin menjaga keutuhan Indonesia, maka perlu untuk memilih Jokowi dalam Pilpres 2019.

“NKRI ini maju. Kalau tidak dipimpin Pak Jokowi ya tidak maju,” kata tokoh adat itu.

Dialog antara Jokowi dan tokoh adat itu terus berlanjut hingga ke harapan masyarakat Bali untuk terus menjaga adat dan tradisi yang ada di Bali.

Setelah tokoh adat itu selesai berbicara, Jokowi bergantian berbicara masih sembari memegang payung.

Hujan masih menyelimuti lokasi tersebut.
Di sela-sela pembicaraan Jokowi, sang tokoh adat mengambil payung hitam yang digenggam Jokowi, bergantian memayungi sang presiden.

“Gantian-gantian,” kata Jokowi.

Momen ini kembali mendapat sorakan dan gelak tawa dari para tokoh adat dan masyarakat Bali yang datang.

“Tadi kan bapak sudah saya payungi. Sekarang payungi gantian,” sambung Jokowi.

(Oleh: http://wow.tribunnews.com/amp/2019/03/23/momen-jokowi-payungi-seorang-tokoh-adat-bali-di-tengah-guyuran-hujan?page=3)

LEAVE A REPLY