JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengundang 371 siswa SMA Taruna Nusantara ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3).

Undangan tersebut dalam rangka silaturahmi Presiden dengan para siswa. Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Ada banyak hal yang disampaikan Kepala Negara kepada siswa misalnya perubahan dunia yang begitu cepat. Presiden ingin siswa-siswi SMA Taruna Nusantara bisa merespons perubahan ini.

“Kita tahu keterbukaan medsos yang masuk hampir ke semua negara tidak bisa dibendung, tidak bisa dipagari sehingga terjadi disrupsi teknologi,” kata Jokowi.

Misalnya saja saat makan, biasanya orang akan membuka medsos. Lalu saat hendak tidur atau bangun tidur, orang kebanyakan membuka medsosnya. “Masuk informasi tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri,” ucap Presiden.

Presiden menegaskan, bahwa di sekolah-sekolah sekarang ini sudah dilakukan pendidikan karakter, sudah dilakukan yang namanya pendidikan budi pekerti.

Karena itu, dia menilai, tidak perlu dikhawatirkan masuknya budaya-budaya luar ke negara kita. “Kalau kita sadar akan budaya kita sendiri, sadar akan karakter-karakter keindonesiaan yang kita miliki, ya enggak perlu khawatir masuknya budaya-budaya luar ke negara kita ini, tak perlu khawatir,” kata Jokowi.

Presiden menjelaskan kita memiliki kekuatan yang baik dari infiltrasi budaya-budaya asing. Ia menunjuk adanya kekuatan ideologi Pancasila juga sangat mempengaruhi, sehingga kekuatan itu betul-betul sulit ditembus oleh budaya-budaya asing yang ingin masuk.

(Oleh: Johara/ http://poskotanews.com/2019/03/05/jokowi-undang-371-siswa-sma-taruna-nusantara-ke-istana-bogor/) 

LEAVE A REPLY