JawaPos.com – Tiga emak-emak diduga memberikan narasi ujaran kebencian di Karawang, Jawa Barat. Hal itu karena menyebarkan kebohongan yang ditujukan mendeskriditkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal itu, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan adanya tiga emak-emak yang tergabung dalam relawan pepes ini sangat mengancam bagi Pemilu di Indonesia.

“Kampanye yang berisikan fitnah dan kebohongan ini akan menjadi ancaman atas proses elektoral dan menjadi bahaya bagi pemilu karena menyajikan propaganda politik yang merusak integritas, merusak kekeluargaan, merusak solidaritas di tengah masyarakat,” ujar Boni Hargens dalam diskusi di kawasan Semanggi, Jakarta, Sabtu (2/3).

‎Padahal semua pihak mengharapkan proses pemilu berlangsung secara fair, damai. Karena pemilu ini partisipasi politik untuk merayakan demokrasi. Namun ingin menjadikan pemilu damai ini dirusak oleh tiga emak-emak yang memberikan ujaran kebencian dan hoaks kepada masyaraat.

“‎Jadi kami mengharapkan kepada tim sukses dan kandidat yang menjadi afiliasi dari kelompok relawan pepes ini harus segera melakukan koreksi, melakukan evaluasi kembali sebelum terlambat,” katanya.

Karena baginya ini bukan merebut kekuasan selama 5 tahun. Tapi perkara menjaga keutuhan bangsa, menjaga nilai-nilai bersama. Menjaga kepentingan semua orang.

“Makanya jangan memainkan kekuasaan dengan merusak tatanan moral, tatanan nilai dan peradaban kita,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, tiga emak-emak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diamankan polisi karena dianggap menyudutkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Diketahui dalam video yang beredar, para pelaku tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. Selain itu, ada juga video ibu-ibu yang ditolak warga saat berkampanye mendukung Jokowi.‎

Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/www.jawapos.com/politik/02/03/2019/boni-nilai-tiga-emak-emak-bisa-rusak-tatanan-pemilu-di-indonesia%3famp=1

LEAVE A REPLY