JAKARTA–Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens meminta Amien Rais membeberkan bukti-bukti tuduhan pembiaran korupsi yang dialamatkan kepada Jokowi dan menyerahkannya ke KPK.

Menanggapi tuduhan itu, Boni meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk tidak ‘menyanyi’ di media terkait tuduhan terhadap Jokowi.

“Kalau Pak Jokowi ada, terbukti ada masalah, tunjukan kepada publik, dan lapor ke KPK, engga usah nyanyi di media,” kata Boni Hargens saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Boni bahkan menduga Amien Rais sedang berhalusinasi dan menuduh Jokowi membiarkan orang-orang disekitarnya berbuat korupsi.

Lebih lanjut, Boni menyebut Amien sedang mengalami risiko penuaan sehingga sering berucap tanpa menunjukan bukti-bukti.

“Tunjukin bukti-bukti, bawa ke KPK jadi jangan berhalusinasi, jadi sebutin siapa aja. Kalau terus berhalusinasi, saya yakin Pak Amien jangan-jangan mengalami risiko penuaan jadi harus kunjungi dokter saja atau psikolog,” ujar Boni.

Boni lantas menyinggung kasus dugaan korupsi alat kesehatan yang pernah menyeret nama Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

“Saya kira, sebelum Pilpres pun Amin Rais sebetulnya bisa diadili. Karena indikasi kasus korupsi yang sempat dia diperiksa yang Rp 600 juta,” jelas Boni.

Sebelumnya, Amien Rais menilai Presiden Joko Widodo melakukan kejahatan karena mendiamkan korupsi-korupsi yang terjadi di sekitarnya.

Amien Rais mengatakan tindakan itu disebut ‘crime of comission’ dalam ilmu hukum.

“Saya bukan orang hukum tapi belajar sedikit tentang hukum, ada ‘crime of comission’ di mana seseorang melakukan perbuatan melawan hukum dan ‘crime of comission’ yang mendiamkan sebuah kejahatan, dia bisa dituduh kolaboratif dengan yang melakukan kejahatan,” terang Amien.

Sumber: https://www.islampos.com/direktur-lpi-minta-amien-rais-kunjungi-dokter-atau-psikolog-kenapa-127297/

 

LEAVE A REPLY