JAKARTA – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan motif Bagus Bawana Putra menyebarkan berita bohong atau hoaks mengenai tujuh unit kontainer berisikan surat suara Pemilu yang sudah dicoblos.

Dedi menyebut tersangka sengaja menyebarkan kabar palsu itu untuk menimbulkan kegaduhan di tahun politik.

“Tersangka BBP, niatnya, motivasinya memang akan membuat gaduh. Baik gaduh di medsos maupun gaduh di masyarakat,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Berdasarkan fakta hukum, Bagus menyebarkan kabar hoaks tersebut melalui akun Twitternya @bagnatara1 dan me-mention beberapa akun politikus.

“Setelah (dinilai) kurang viral, dia niat lagi, membuat lagi dia dalam bentuk narasi yang lebih masif lagi berupa voice (suara-red). Nah, voice ini yang disebarkan melalui WA (WhatsApp) grup,” tutur Dedi.

Rekaman suara Bagus yang menyebut ada tujuh kontainer surat suara tercoblos kemudian viral. Menyadari ulahnya menjadi sorotan serius publik, Bagus berusaha menghilangkan barang bukti dengan menghapus akun Twitternya, membuang kartu seluler, dan ponselnya.

“Oleh karenanya, yang bersangkutan diterapkan Pasal 14 ayat 1, 2, kemudian Pasal 15 UU 1 Tahun 1946, ancaman hukuman 10 tahun. Jadi bisa ditahan,” ucap Dedi.

Saat ini, polisi telah mengirimkan berkas perkara Bagus Bawana Putra ke Kejaksaan Agung. Selain dia, polisi juga mengirimkan berkas perkara bagi tiga tersangka lainnya yakni HY, LS, dan J.

(fzy)

Sumber: https://news.okezone.com/read/2019/01/21/337/2007296/ingin-bikin-gaduh-jadi-motif-bagus-bawana-putra-sebarkan-hoaks-surat-suara-7-kontainer

LEAVE A REPLY