JAKARTA – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan hoaks, ujaran kebencian dan fakenews sudah menjadi industri terutama jelang Pemilu. Indonesia bisa menjadi laboratorium penelitian hoaks karena bangsa ini beragam serta merupakan negara demokrasi yang cukup besar.

Sesuai hukum pasar, kata Boni, hoaks bisa diproduksi dengan berbagai tujuan dan pesanan. Boni menduga produksi hoaks akan meningkat tajam semakin mendekati hari H Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. “Kurangi hoaks itu dengan cara kita tekankan efek jeranya. Buat publik itu takut menyebar hoaks sekaligus tekankan literasi digital.

Jangan asal share kalau informasi tidak jelas karena pasar hoaks makin besar,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (11/1). Hal serupa dikatakan, peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Irene Hiraswari Gayatri yang menganggap, bahwa seharusnya perbuatan hoaks dilawan dengan kontra hoaks. Artinya publik harus disajikan lengkap bahaya soal hoaks serta akibatnya terutama terkait penegakan hukum.

LEAVE A REPLY