JAKARTA – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menduga hoaks surat suara yang sudah dicoblos di dalam tujuh kontainer dirancang oleh tim sukses (timses) atau elite partai politik tertentu.

Hoaks surat suara tercoblos heboh setelah disebarkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter-nya.

“Makanya saya bilang, jangan fokus ke Andi Arief, fokus kepada siapa sih elite-elite partai, atau jangan-jangan ada rancangan dari timses untuk melakukan ini secara sistematis,” kata Boni saat menghadiri diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Penelusuran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mendatangi Tanjung Priok, lokasi kontainer berisi surat suara tercoblos, tidak ditemukan adanya surat suara yang sudah dicoblos.

Polisi kemudian menetapkan lima tersangka berinisial MIK, BBP, LS, HY, dan J terkait hoaks surat suara yang sudah tercoblos.

Bagus Bawana Putra (BBP), salah satu tersangka mengaku bagian relawan Prabowo-Sandiaga. Namun pernyataan Bagus dibantah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Boni meminta agar polisi mengusut hingga ke akar kasus hoaks tersebut.

“Karena ini pasti akan disusul oleh hoaks berikutnya lagi,” ujar dia.‎

Sumber

Kunjungi Website kami : www.pemilihindonesia.or.idSubscribe Channel Youtube kami : Lembaga Pemilih Indonesia , Follow & Mention Twitter kami: @lembagaPI , Follow Facebook: Lembaga Pemilih Indonesia , Follow IG: lembagapemilihindonesia , Email kami : admin@pemilihindonesia.or.id

LEAVE A REPLY