JAKARTA – Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI) menganggap, Hoaks atau kabar bohong mengenai 7 kontainer berisikan surat suara yang telah dicoblos telah didesain sedemikian rupa.

Anggapan tersebut disampaikan oleh Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens. Menurutnya, ini bukanlah benar atau salah tapi bagaimana persepsi publik menerimanya.

“Apakah itu artinya hoaks kontainer surat suara itu by design? Ya! Itu bukan soal benar atau salah, tapi soal bagaimana membentuk persepsi publik,” kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens saat menghadiri diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Boni, hoaks yang disebar oleh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief tersebut merupakan, salah satu cara yang dibuat dengan skenario untuk dapat ‎memenangkan persepsi publik. Boni mewaspadai, isu hoaks tersebut untuk menyukseskan calon presiden tertentu.

“Hati-hati, karena di banyak negara pola ini sudah sukses menghantar pecundang menjadi presiden atau perdana menteri. Preseden itu yang meningkatkan libido para pecundang dalam kasus kontainer ini,” terangnya.

Boni mengapresiasikan langkah Polri yang sudah bekerja keras dalam mengungkap pelaku hoaks tersebut. Namun, Boni juga meminta agar pihak kepolisian mengungkap aktor intelektual dalam kasus hoaks ini.

“Polisi mesti menyasar design besar di balik itu, sehingga, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pembangunan kesadaran politik masyarakat,” katanya.

Sumber

Kunjungi Website kami : www.pemilihindonesia.or.idSubscribe Channel Youtube kami : Lembaga Pemilih Indonesia , Follow & Mention Twitter kami: @lembagaPI , Follow Facebook: Lembaga Pemilih Indonesia , Follow IG: lembagapemilihindonesia , Email kami : admin@pemilihindonesia.or.id

LEAVE A REPLY