Seharusnya setiap ucapan atau pernyataan
dari para paslon tersebut harus dilihat dari
konteksnya, jangan dipahami secara lurus dan
berdasarkan kata sebenarnya.

Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai hal apapun yang dilakukan atau diucapkan oleh peserta pemilu khusus pasangan calon presiden dan wakil presiden di tahun politik bisa dan berpotensi dipolitisasi. Maka tidak heran, kata dia ucapan Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo soal “tabok” atau Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto soal “tampang Boyolali” dipermasalahkan.

“Jangankan ujaran, posisi berdiri dan duduk saja bisa dipersoalkan. Ini kan sangat tidak baik,” ujar Boni di sela-sela diskusi ‘Memahami Perda Syariah dan Perda Injil dalam Bingkai Pancasila’ yang digelar LPI di Gado-Gado Boblo, Kuningan, Jakarta, Sabtu (24/11).

Menurut Boni, seharusnya setiap ucapan atau pernyataan dari para paslon tersebut harus dilihat dari konteksnya, jangan dipahami secara lurus dan berdasarkan kata sebenarnya. Dia menilai hal-hal tersebut sebenarnya tidak substansial dibicarakan dalam konteks pendewasaan demokrasi.

“Jangan logika menjadi sempit. Sama soal istilah tampang Boyolali yang sebelumnya dikemukakan calon presiden Prabowo Subianto, menurut saya itu juga enggak menarik dipersoalkan,” tutur dia.

Boni juga beranggapan dan menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mempersoalkan hal-hal sepele untuk meraih kemenangan dengan mudah di Pemilu. “Jadi, mereka memainkan media sosial. Memainkan persepsi orang untuk tujuan-tujuan tertentu,” tutur dia.

Padahal, kata Boni, banyak hal-hal substansial yang perlu diangkat dan didiskursuskan oleh para paslon dan timnya di masa kampanye Pemilu. Menurut dia, sebaiknya paslon mempersoalkan visi, misi dan program dari kubu lawannya.

“Angkatlah hal-hal penting untuk didiskusikan dan dikritisi, bagaimana mengatasi ancaman liberalisme pasar dan kebangkitan politik identitas. Jangan sampai masa kampanye hanya diisi perdebatan-perdebatan yang tidak penting dan sepele serta akhirnya tidak memberikan pendidikan kepada masyarakat pemilih,” pungkas dia.

Sumber

Kunjungi Website kami : www.pemilihindonesia.or.idSubscribe Channel Youtube kami : Lembaga Pemilih Indonesia , Follow & Mention Twitter kami: @lembagaPI , Follow Facebook: Lembaga Pemilih Indonesia , Follow IG: lembagapemilihindonesia , Email kami : admin@pemilihindonesia.or.id

LEAVE A REPLY