Pengamat Politik, Boni Hargens menegaskan, Politisi Partai Nasdem Victor Laiskodat merupakan tokoh Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berani mengungkapkan kebenaran terkait realitas yang dihadapi bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Boni menanggapi pernyataan Victor Laiskodat ketika berada di Kupang, NTT. Waktu itu, Victor menyebut empat partai yakni Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN adalah partai yang membela ormas radikal dan anti-Pancasila karena telah menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

Boni Hargens pun mengamini pernyataan dari Victor tersebut. Justru, menurut Boni, Indonesia membutuhkan banyak orang seperti Victor Laiskodat yang berani mengatakan kebenaran.

“Kita butuh banyak orang yang lugas dan berani menyampaikan fakta seperti Pak Victor,” ungkapnya kepada Akurat.co, Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Boni menyatakan, Viktor Laiskodat hanya menyampaikan fakta yang semua orang sudah tahu. Partai-partai yang sebagaimana disebut Victor, lanjut Boni, memang pihak yang diuntungkan oleh gerakan-gerakan berjubah agama sejak musim Pilkada DKI Jakarta sampai sekarang.

“Kalau ada yang marah, ya tentu mereka bagian dari fakta itu. Jadi, saya mau katakan bahwa Pak Viktor tidak salah dan harusnya didukung karena berani mengatakan kebenaran,” ujarnya.

NKRI, menurut Boni, benar-benar diguncang oleh ideologi radikal yang tanpa disadari sudah merasuk ke aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Gerakan mereka sudah sedemikian masif untuk mengubah dasar negara yakni Pancasila dengan ideologi lain yang tentunya tidak menghargai keberagaman.

“Jadi, parpol-parpol jangan masa bodoh dan cuci tangan apalagi ikut memantik api. Apalagi memanfaatkan kelompok radikal demi mencapai tujuan politik dan nafsu kekuasaannya,” katanya.

Lebih lanjut, Boni menegaskan, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas merupakan alat hukum untuk menjaga Pancasila dari rongrongan ideologi dan gerakan radikal. Oleh karena itu, menurut Boni, seharusnya seluruh elemen bangsa perlu mendukung Perppu tersebut.

“Partai-partai yang menolak Perppu Ormas itu justru diragukan komitmen kebangsaannya,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Viktor Laiskodat berpidato dalam suatu acara di NTT dan membicarakan tentang kelompok-kelompok radikal dan ekstremis yang ingin mengubah NKRI jadi kekhilafahan. Dalam pidato tersebut, Victor sempat menyebutkan empat parpol yang dinilainya pro-khilafah dan intoleran. Keempat partai tersebut adalah Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS.

Menanggapi pernyataan Victor ini, keempat partai tersebut mengecam pernyataan Victor karena dinilai tidak berdasar, bernada provokatif dan mengandung unsur permusuhan serta memecah belah bangsa. Mereka pun menuntut Victor menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Bahkan, PAN dan Gerindra telah mempolisikan Victor lantaran ucapannya.

Nasdem sendiri menilai pernyataan Victor tidak salah karena disampaikan dalam konteks menjaga Pancasila dan UUD 1945 dari rongrongan kelompok radikal, intoleran dan ekstrimis. Partai Nasdem menilai pernyataan Victor bukan provokasi, tetapi upaya membela Pancasila dan UUD 1945.

“Konteks pernyataan Pak Victor dalam rangka membela Pancasila dan UUD 1945. Kami tegas akan hal itu, itu harus hitam-putih. Nah, salah satu upaya menjaga Pancasila dan UUD 1945 tersebut adalah Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas,” ujar Ketua DPP Nasdem Johnny G. Plate. (Deni Muhtarudin/Editor: Iwan Setiawan/http://news.akurat.co/id-55450-read-boni-hargens-victor-laiskodat-berani-mengatakan-kebenaran).

LEAVE A REPLY