Kementerian Pertanian optimis mewujudkan swasembada gula konsumsi yang ditargetkan pada 2019. Untuk mewujudkannya, akan ada tambahan anggaran Direktorat Jenderal Perkebunan yang dialokasikan ke tebu.

Direktur Jenderal Perkebunan Bambang mengatakan, anggaran tersebut akan diterapkan untuk kegiatan di dua kategori.

“Ada pengembangan di area industri luar Jawa dan eksisting, yang kebanyakan di Jawa dan Sumatera,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Produktivitas tebu tanah air saat ini sebesar 40-70 ton per hektare. Padahal, produktivitas tebu bisa ditingkatkan hingga 100 ton per hektare. Dalam melakukan optimalisasi produktivitas dan daya saing tebu tersebut, akan dilakukan pemberian alat dan mesin.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Agus Wahyudi mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan rendemen 8. Itu artinya produktivitas minimal tebu adalah 75 ton. Hal tersebut bisa didapatkan dengan kehadiran pabrik gula baru di OKI dan Dompu yang merupakan milik konsorsium lokal. “Saya optimis ada penambahan lahan dari pabrik gula baru,” kata dia.

Cadangan lahan yang sudah dimiliki PG seluas 37 ribu hektare. Selain perusahaan lokal, investor dari Taiwan juga berminat pada sektor tebu tanah air yang saat ini tengah dalam tahap negosiasi lanjutan.

“Yang paling penting lahan itu tersedia clean and clear juga nego persyaratan yang kita minta,” katanya. (Rep: Melisa Riska Putri/Red: Nur Aini/http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/06/20/oruijf382-kementan-tambah-anggaran-untuk-perkebunan-tebu).

LEAVE A REPLY