Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Daerah Jawa Tengah dalam menciptakan kedaulatan pangan. Amran pun meminta kepada Bulog untuk bisa menyerap produksi gabah petani Jawa Tengah.

Amran bercerita, produksi padi di Jawa Tengah meningkat tajam pada 2016. Tercatat, total luas panen petani di Jawa Tengah mencapai 420 ribu hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 8 ton per hektare. Pencapaian tersebut baru terjadi kembali setelah 10 tahun.

“Pada tahun lalu, Jawa Tengah mampu memasok beras ke Pulau Sumatera dan Kalimantan. Hal tersebut tidak pernah terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” jelas dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/1/2017).

Pencapaian tersebut bisa tercapai karena adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan terutama para petani yang mempunyai komitmen tinggi untuk menciptakan kemandirian pangan.

Amran menyatakan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menekankan agar semua aparat pemerintahan mengawal kegiatan masyarakat khususnya petani. Selama ini petani selalu tertekan dengan harga jual yang rendah, sementara ongkos produksi sangat tinggi. Oleh sebab itu, perlu adanya berbagai upaya untuk mendorong peningkatan harga gabah.

Berkaitan dengan harga jual, Amran meminta kepada Bulog Jawa Tengah untuk menyerap Gabah Petani Jateng sedikitnya 200 ribu Ton per GKP. “Bulog harus siap,” kata dia.

Untuk diketahui, untuk membantu para petani, saat melakukan kunjungan ke Blora, Jawa Tengah pada 24 januari lalu, Amran menyerahkan bantuan traktor besar 4 Roda 2 Unit, Hand Traktor 2 Unit Combine Harvester sedang 5 Unit dan ukuran besar 1 Unit.

Pada kesempatan yang sama, Amran juga memberikan bantuan spontan hand traktor untuk seorang ibu petani seraya berpesan agar digunakan dengan baik serta bisa membantu petani lainnya dengan ongkos 50 persen dari ongkos sewa traktor yang biasanya. (Gdn/Ndw/http://bisnis.liputan6.com/read/2837259/produktivitas-petani-jateng-capai-8-ton-per-hektare?source=search).

LEAVE A REPLY