menjaga persatuan di tengah keberagaman dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kesepakatan penghentian pertikaian atau islah antara dua organisasi Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) diharapkan bisa menjadi contoh baik bagi anak bangsa dalam menjalin persatuan di tengah keberagaman.

“Saya berharap islah ini bisa jadi contoh baik bagi anak bangsa dan di tengah keberagaman kita agar bisa bersatu, dapat menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) “Islah Tarbiyah – Perti” Tahun 2016, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (21/10) malam.

Presiden Jokowi berpesan kepada organisasi Islam asal Sumatera Barat tersebut untuk selalu menjaga persatuan. Setelah terbelah selama kurang lebih 50 tahun, kedua organisasi sepakat melakukan islah di tahun 2016 tepat dengan Milad Perti yang ke-88.

“Kita telah saksikan bersama merayakan islah Tarbiyah – Perti yang sudah sangat dinanti oleh warga Tarbiyah Islamiyah ini sudah hampir 50 tahun dan pada malam ini sudah berakhir karena semua sudah tanda tangan,” ucap Presiden.

Dalam acara bertema “Revolusi mental untuk mewujudkan bangsa yang bermartabat dan berakhlak mulia” tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam menghadapi era persaingan sekarang ini.

“Sebagai bangsa kita perlu bersatu karena dengan bersatu kita akan memenangi persaingan antar negara. Hanya dengan bersatu kita akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat,” tegas Presiden.

Di era kompetisi sekarang ini, Presiden Jokowi mengatakan setiap negara berlomba-lomba untuk menguasai setiap sektor pembangunan baik ekonomi, sumber daya alam, dan infrastruktur. Persatuan merupakan kunci bagi bangsa Indonesia untuk bisa bersaing.

“Kita hanya ingin ingatkan bahwa dengan negara lain, kita memang perlu kerja keras, perlu bersatu agar kita bisa mengejar ketertinggalan itu,” ujar Presiden.

Khusus di bidang ekonomi, Presiden berharap agar Persatuan Tarbiyah Islamiyah dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah.

Menurut Presiden, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki peluang besar untuk menguasai bisnis syariah meskipun saat ini perkembangan keuangan syariah Indonesia baru di angka lima persen.

“Apabila persatuan Perti sudah mulai dengan kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi, akan memberikan ruang yang besar sekali. Dan kami meyakini negara ini akan menjadi negara yang disegani oleh negara lain karena memiliki sebuah kekuatan ekonomi yang besar,” tutur Presiden.

Saat menghadiri acara tesebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (BPMI/ES/http://setkab.go.id/hadiri-munas-presiden-jokowi-islah-perti-bisa-jadi-contoh-di-tengah-keberagaman/).

LEAVE A REPLY