Rusdi Kirana, CEO Lion Air mengambil keputusan yang mengejutkan pekan ini. Ia resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusan ini penting dikaji, karena dua alasan: dalam waktu dekat akan berlangsung pemilihan legislatif (April) dan pemilu presiden (Juli) serta karena ia adalah pengusaha yang masuk dalam peringkat ke-33 terkaya di Indonesia tahun 2012 dengan kisaran kekayaan antara US$ 900 juta.

Rusdi pernah ditawarkan untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat, tetapi kemudian mengundurkan diri.

Rusdi sudah dikenal karena kiblatnya dalam industri penerbangan bersama Lion Group. Bisnisnya berkembang begitu cepat dan tentu didukung oleh pendanaan yang kuat.

Rusdi lahir di Cirebon, Jawa Barat, 17 Agustus 1963. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Pancasila. Ayah Rusdi adalah seorang pengusaha etnis Tionghoa.

Rusdi memiliki 3 orang anak: Dea Faleria Kirana, Dafin Putra Kirana dan Denis Febrian Kirana. Istri dan anak Rudi tinggal di Singapura di sebuah apartemen di Newton, dekat Orchard Road. Istrinya memiliki kontribusi besar dalam membantu managemen Lion Air untuk rute Singapura.

Pada permulaan karirnya, Rudi bekerja sebagai marketing untuk mesin tik brand Amerika. Ia kemudian memutuskan meninggalkan menjadi agen penjualan tiket pesawat terbang selama 8 tahun. Kemudian tahun 1990 ia membangun agen travel dengan nama Lion Tours bersama dengan saudaranya, Kusnan Kirana.

Agen trevel itu terhitung sangat sukses. Pada Oktober 1999, Rusdi dan saudaranya membangun PT Lion Mentari Airlines dengan modal US$900.000. Keluarga Kirana mulai mengoperasikan Boeing 737-200.

Lion Air mulai beroperasi mulai 30 Juni 2000. Lion mulai melayani Rute Bandara Soekarno Hatta-Pontianak. Tak lama setelah itu, Lion Air menjadi salah satu penerbangan terbesar di tanah air. Rusdi pernah melakukan deal bisnis sangat besar dalam mendatangkan Boeing 230. Transaksinya sangat besar mencapai US$21.7 miliar pada 18 November 2011. Penandatangan transaksinya disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Barack Obama. Begitu berpengaruhnya Rusdi sehingga deal bisnisnya disaksikan oleh presiden.

Di jajaran Direksi Lion Air berjejer nama-nama seperti Kapten Adiwidjajanto sebagai Direksi Operasional, Rei Pering Santaya, Direktur Teknik, Yunita Sastrasanjaya (Direktur Keuangan), Achmad Hasan (Direktur Komersial) dan  Edward Sirait (Direktur Umum). Tidak ada nama besar di jajaran direksi.

Namun, di jajaran komisaris berjejer nama-nama besar, seperti Osman Sapta Odong( Pengusaha pemilik Oso Group), Hallim Kalla (seorang pengusaha, politisi partai Golkar dan saudara muda mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla) dan Jenderal Komisaris Polisi Yusuf Manggaberani (mantan Petinggi Kepolisian RI). Nama-nama ini tentu sangat dekat dengan politik nasional.

Pertanyaanya kemudian, apa kontribusi Rusdi untuk PKB menjelang Pemilu 2014? (Tim Riset BHC)

LEAVE A REPLY