Publik umumnya familiar dengan perusahaan-perusahaan asing produsen emas terbesar, seperti PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara (NNT). Keduanya memiliki luas konsensi tambang amat besar, Freeport (213.000 hektar) dan Newmont (97.700 hektar). Namun, banyak yang belum cukup informasi soal ekspansi bisnis pengusaha lokal yang kaya dari hasil pertambangan emas di tanah air, salah satunya adalah Edwin Soeryadjaya.

[dropcap]B[/dropcap]erikut kami menyajikan beberapa laporan terkait aset pertambangan emas orang Indonesia ke-16 terkaya versi Majalah Forbes ini.

Sumatera Copper & Gold

Pemegang saham perusahan ini adalah Edwin, Boy Tohir dan Privident. Saat ini, perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$50 juta. Edwin memiliki saham sebesar 16 % di perusahaan ini melalui Saratoga Investama Sedaya. Sementara Boy Tohir mengontrol 11% saham. Provident Mineral Ltd patner Edwin di Tower Bersama Infrastruktur dan Provident Agro mengontrol 26 % saham di Sumatera Copper. Sisanya dimiliki Ya Chee Siew sebesar 6%.

Sumatera Copper mengontrol proyek tambang emas Tembang dan Tandai di Bengkulu. Sumatera Copper memiliki 7 Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Proyek tambang emas Tembang memproduksi 140.000 ons emas pada periode 1997-2000. Sumatera Copper mengklaim memiliki cadangan emas sebesar 1 juta ons dan perak 12.8 juta ons. Di tambang emas Tandai, Sumatera Copper berpatner dengan Newcrast  Mining, yang mengontrol tambang emas Gosowong di Halmahera.

Sihayo Gold Ltd (SIH)

Selain Edwin yang mengontrol 9.41 % saham perusahan ini, beberapa pemegang saham lainnya adalah Provident Mineral Ltd (9.41 %) dan National Nominees Pty Ltd (13.2 %), Shinee Investmen Kandall (5.92%), Ya Chee Siew (3.75 %) dan Goldstar Asia Mining (4.86 %).

Tambang emas Sihayo di Pungkut, Sumatera Utara diperkirakan memiliki cadangan emas sebesar 1.4 juta ons. Sihayo mengontrol 75 % saham PT Sorikmas. Tambang ini memiliki cadangan sebesar 1.4 juta ons emas.

Finders Resources Ltd (Find)

Di perusahaan ini Edwin mengontrol 6.8 % saham melalui Saratoga. Find memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$105 juta pada September, 2013. Provident Capital mengontrol 8.9 % saham. Dua pemegang saham terbesar adalah Taurus Resources sebesar 15.8 % dan Resources Capital Fund sebesar 14.5 %.

Find mengontrol Water Copper proyek di Pulau Air, Maluku. BHP Balliton memproduksi 40.000 ons emas dan 12.5 juta perak di tambang ini pada tahun 1989-1997. Find sekarang telah melakukan produksi komersial di proyek ini sebesar 25.000 ton per tahun untuk komoditas tembaga. Find juga mengontrol 72 % saham di tambang emas Ojolali Lampung.

Siapa Edwin Soeryadjaya

Edwin adalah pendiri Saratoga Capital . Ia juga partner pendiri dan ketua Saratoga Capital Investment. Ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif L & M Group Investment Ltd dan menjabat sebagai Wakil Ketua sejak Juni 1999. Ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan telah menjadi anggota Dewan Komisaris sejak 2010. Dia menjabat Komisaris PT Alam Tri Abadi. Ia telah menjadi Presiden Komisaris PT Provident Agro Tbk sejak 2012 . Dia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk sejak Maret 2010. Lainnya, dia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk.

Selain itu, Edwin juga menjabat sebagai Ketua Non Eksekutif Seroja Investments Limited. Ia telah menjadi Ketua Interra Resources Ltd sejak 1 Juli 2005. Posisi lainnya adalah sebagai Presiden Komisaris MPM sejak 2010. Ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Seroja LD Maritim dan PT Komisaris Astra International tbk. Ia menjabat sebagai Direktur Non – Eksekutif Van der Horst Ltd sejak Desember 2004. Ia menerima gelar Bachelor of Business Administration dari University of Southern California pada tahun 1978 .(Tim Riset BHC)

LEAVE A REPLY