Barry Callebaut dan PT. Comextra Majora membangun fasilitas processing cocoa senilai USD 33 juta di Makasar, Sulawesi Selatan. Fasilitas itu dibangun untuk memperkuat industri manufaktur berbasis cocoa dan coklat di pasar Asia.

[dropcap]F[/dropcap]asilitas ini dibangun oleh perusahaan joint venture dua perusahaan di atas, yaitu, PT Barry Callebaut Comextra Indonesia.  Pembangunan fasilitas processing ini telah diresmikan hari ini tanggal 3 september 2013.

Dalam joint venture ini, Barry Callebaut mengontrol 60 % saham dan sisanya 40 % dikontrol oleh PT Comextra Majora. Comextra adalah sebuah perusahaan perdagangan dan eksportir cocoa Indonesia. Barry Callebaut sendiri adalah perusahaan asal Swiss berbasis manufaktur cocoa dan coklat.  Investasi senilai US$33 juta untuk pabrik cocoa di Makasar adalah fase pertama dengan kapasitas 30.000 ton yang ditopang oleh perjanjian jangka panjang dengan P.T Comextra Majora.

Pembangunan fasilitas processing ini akan meramaikan persaingan dalam industri sejenis, seperti Petra Food (Singapura).

Barry Callebaut kelihatan sangat ekspansif setelah mengakusisi unit bisnis Cocoa milik Petra Food Singapura beberapa tahun lalu. Barry Callebaut memiliki 4 pabrik cocoa lainnya di Makasar dan 4 pabrik coklat. Dengan itu, Barry Callebaut mampu mendekatkan dirinya dengan kostumer baik di tingkat lokal maupun di Asia Pasifik.

Mengapa Barry Callebaut mengambil keputusan membangun fasilitas processing di tengah krisis?

Boleh jadi karena sudah mendapat insentif fiskal dari pemerintah. Dalam rangka mengantisipasi krisis pemerintah telah mengeluarkan 4 stimulus fiskal yang sudah kami ulas dalam beberapa artikel sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Asia juga terhitung tinggi dibandingkan Amerika Serikat dan Eropa. Permintaan cocoa dan coklat berkualitas tinggi di Asia juga menunjukkan grafik menaik. Perseroan berharap permintaan di Asia akan meningkat 5-9% per tahun; volume coklat diperkirakan tumbuh 4-6% dalam periode yang sama.

Indonesia adalah produsen cocoa terbesar ketiga di dunia. Pembangunan pabrik di Makasar adalah salah satu strategi perseroan utuk mengurangi biaya logistik. (Tim Riset BHC)

LEAVE A REPLY