Nama Kernel Oil dan Parna Raya adalah dua perusahaan yang menjadi titik fokus dan investigasi media di tanah air. Dua perusahaan ini terkait dengan kasus suap mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Namun, nama Parna Raya tentu menjadi sangat penting ketika dikaitkan dengan kasus alokasi gas Husky Energy.

[dropcap]P[/dropcap]engembangan Isargas Group  juga perlu menjadi perhatian serius, karena group ini adalah salah satu perusahaan yang telah menandatangani kesepakatan supply gas dengan Husky Energy 7 tahun silam.

Kasus Husky Energy sekarang menjadi konsen investigasi KPK, karena ada indikasi alokasi gas yang diproduksikan oleh Husky di blok Madura Strait PSC (Dengan CNOOC dan Samudra Energy).

Dokumen Husky Energy menyebutkan, salah satu unit Isargas adalah PT Inti Alasindo Energy. Perusahaan ini menandatangani kontrak supply gas dengan Husky Energy pada Oktober, 2007, di mana Husky sepakat menyuplay 40 MMSCFD gas selama 20 tahun. Itu artinya, volumen Inti Alasindo sama dengan Parna Raya Group.

Direktur Parna Raya Group, Artha Marris Simbolon dilarang berpergian keluar negeri oleh KPK. Laporan media belum menemukan jawaban mengapa Artha masuk dalam bidikan KPK? Cerita-cerita di media juga belum menemukan titik terang dan bahkan tak pernah mengulas Inti Alasindo, terkait dengan supply gas dari Madura Strait PSC. Perlu diketahui, pada saat penandatanganan kontrak gas Husky Energy tahun 2007, Menteri ESDM masih di gawangi Purnomo Yusgiantoro (sekarang Menteri Kordinator Pertahanan dan Keamanan).

Isargas Group memiliki core bisnis di sektor energi, LPG, ICT dan logistik. Dari 16 perusahaan yang tergabung dalam group itu ada yang terkait dengan sektor energi. Beberapa perusahaannya termasuk,  PT Banten Inti Gasindo (supplier gas alam untuk perusahaan-perusahaan seperti Mitsubishi, Bayer, di Merak, propinsi Banten), PT Java Gas Indonesia (memiliki kontak gas senilai 22 MMSCFD dari Kangen Blok, Jawa Timur) dan PT Rahayu Perdana Trans.

Namun, sampai sekarang belum ada ulasan apakah Inti Alasindo akan mendapat supply gas dari Husky Energi. Perjanjian kontrak gas Husky dengan Inti Alasindo juga tak menemukan adanya kontroversi dalam kabinet. Padahal supply gas dari Husky Energi ke Pupuk Petrokimia Gresik telah menimbulkan perpecahan di dalam kabinet antara kubu Jero Wacik, Rudi Rubiandini vs Hatta Rajasa (Menko Perekonomian).

Siapa dibalik Isargas Group?

Website perusahaan menyebut Arso Sadewo Tjokrosoebroto sebagai pendiri dan pemimpin group ini. Ia adalah seorang investor yang ingin berinvestasi di Sentul Circuit. Sadewo membangun Isar Aryaguna (IAHC) tahun 1993. Ia sekarang menjadi salah satu kepala Deputi di Kamar Dagang Indonesia (KADIN) untuk urusan perusahaan negara dan industri pertahanan.

Komisaris; Wiwik Sulistiowati, Evianti Iswan,Andoyo Wastu Tjokrosoebroto.

Direktur; Iswan Ibrahim, Tony Mahyudin (Lulusan ITB 1976). (Tim Riset BHC)

LEAVE A REPLY