Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Satuan Kerja Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini yang diduga menerima suap dari Kernel Oil Pte Ltd (KOPL), sebuah perusahaan trading berbasis di Singapura. Hasil tangkap tangan KPK di  kediaman Rudi, Jl. Brawijaya, Jakarta Selatan antara lain US$ 400 ribu, US$ 90 ribu, dan 127 ribu Dolar Singapura, sekaligus sebuah sepeda motor mewah bermerk BMW hitam berplatnomor B-3946-FT. Pertanyaan yang perlu ditelusuri adalah siapa Kernel Oil dan bagaimana jaringan bisnisnya?

[dropcap]B[/dropcap]erdasarkan website perusahaan itu, dijelaskan bahwaKernel Oil adalah perusahaan trading minyak dan gas. Perusahaan ini berbadan hukum Singapura. Saat ini, website perusahaan itu tak dapat diakses lagi.

Humas SKK Migas, Elan Bintoro mengatakan, ia memang familiar dengan perusahaan itu dan bukan kontraktor minyak dan gas.”Mungkin patner dengan operator minyak dan gas”, ujar Elan.

Yang menarik ketika mengakses website perusahaan itu, orang sulit menemukan aktivitasnya di Indonesia. Barangkali benar juga kata seorang pebisnis, perusahaan itu adalah broker minyak di Indonesia. Salah satu sumber menyebutkan, Kernel Oil beralamat Plaza#10-318, Beach Road, Singapura. Perusahaan itu memiliki pabrik ekspor-impor beberapa produk, termasuk makanan yang berbasis di Singapura, Indonesia, Bangkok, Thailand dan Cina.

Kernel Oil di Indonesia beralamatkan di Tower SCBD Lantai 35, Gedung B, Jakarta, yang juga alamat dari PT KOPL Indonesia. Ia masuk dalam daftar perusahaan dengan lisensi untuk mendistribusikan Bahan Bakar Minyak dengan BPH Migas.

Profil Dian Pramirsa menunjukan PT Bintang Samudra Semesta (Dian sebagai CEO) berafiliasi dengan Kernel Oil Ltd (KOPL) Singapura dan PT Asia Start International. PT Bintang Samudra Semesta sendiri mengklaim terlibat dalam trading minyak, termasuk HSD dan MFO, penyedia angkutan batubara, nikel dan semen.

Website PT Bintang Samudra Semesta menjelaskan, pada tahun 2011, dengan managemen baru dan berpatner dengan Humpus Trading (Keluarga Cendana) dan PT Asia Star Internasional. Website itu menujunjukkan beberapa direktur dan komisaris: Thomas Harib Prianto (Komisaris), Dian Pramirsa (CEO), Andrianto (Direktur) dan Beny Mustopo (Corporate Secretary).

Jika semua rujukan itu mengarah kepada Kernel Oil yang disebut di media terkait penyuapan Rudi, pertannyannya adalah deal model apa yang dilakukan perusahaan itu dan Rudi? Ataukah Rudi hanya pintu masuk menuju pengambil kebijakan penting lain di sektor energi? (Tim Riset BHC)

LEAVE A REPLY