Politik adalah seni kemungkinan. Mendesain yang mungkin, menjadi tidak mungkin atau sebaliknya, mendesain yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dalam politik, sahabat bisa menjadi lawan atau sebaliknya, lawan bisa menjadi sahabat setia. Masuknya Pemilik MNC Grup, Hary Tanoe dalam pecaturan politik praktis, menyimpan bara dalam sekam. Musuh-musuh politik mengincar, dan bahkan diprediksikan jalan Tanoe tidak mulus. Siapa musuh-musuh Tanoe?

Surya Paloh (SP) vs Hary Tanoe (HT). Hary Tanoe masuk ke Partai Nasdem, November 2011.  Keluar dari Nasdem tahun 2013. Dalam waktu dua tahun, Hary Tanoe berpartisipasi di tubuh partai Nasdem dengan peran sebagai Dewan Pakar DPP Nasdem. Sejumlah pihak menilai, sumbangsi materil Tanoe cukup besar, namun belum ada pernyataan resmi soal besarnnya. Berbagai spekulasi pun bermunculan pasca hengkangnya HT dari Nasdem. Pihak HT sendiri menilai, Nasdem tidak lagi menjalankan ide restorasi, dengan sejumlah alasan diantaranya tidak ada regenerasi peran politik, dll. Pihak Surya Paloh punya alasan lain. Ambisi HT terlalu besar yaitu menjadi penentu utama capres dan cawapres 2014. HT hengkang dengan memboyong sejumlah kader muda seperti Ahmad Rofiq. Pertarungan Surya Paloh dan HT pun memanas. Sosialisasi Nasdem di beberapa televisi MNC hilang total.

Isu soal sumbangsi materil HT ke Nasdem, terdengar hingga ke telinga Surya Paloh. Sang Pemilik Media Grup berang dan terus terang mengatakan, keluarnya HT dari Nasdem, dianggap tidak berpengaruh besar bagi partai yang mengusung ide ‘Restorasi Indonesia’ tersebut.”Nasdem tidak tergantung dengan seorang Hary Tanoe. Pengaruhnya kecil. Dari sisi, finansial pun pengaruhnya kecil,” ujar Inisiator Nasdem, Surya Paloh, di JCC, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013).

Aburizal Bakrie (Ical) vs HT. Pasca hengkangnya Tanoe dari Nasdem dan kemudian bergabung ke Partai Hanura, sontak Ical dan SP semakin mesra. Pertemuan singkat Surya Paloh dan Aburizal Bakrie pada cara buka puasa bersama di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta (Rabu, 10/7) menimbulkan tanda tanya besar. Spekulasi pertama yaitu, dua tokoh politik yang sempat berkompetisi pada Musyawaran Nasional  Partai Golkar 2010 lalu ini punya misi untuk menghadang HT, bekas Ketua Dewan Pakar DPP Nasdem yang saat ini menjadi cawapres Partai Hanura. Namun SP buru-buru menegaskan, bahwa ia tidak mau ikut campur urusan rumah tangga partai lain.”Bagaimana Anda melihat pergumulan, dari keberadaan saya dengan NasDem, harus dibayang-bayangi satu dua orang. Saya tidak berkepentingan soal itu,” ungkap Surya Paloh, di sela-sela buka puasa di DPP Partai Nasdem, Jakarta, (Rabu,10/7).

HT belakangan ini, selalu membayang-bayangi  isu kebangkrutan beberapa perusahaan Ical. Taipan media ini tengah gencar-gencarnya berekspansi bisnis. Di bawah bendera MNC grup, HT berambisi melebarkan sayap bisnisnya. Caranya dengan membeli hingga mengakuisisi bisnis Bakrie. Beberapa data yang disadur dari berbagai media oleh Bonihargens.com menyebutkan sejumlah aset Ical yang sudah beralihtangan ke HT. Misalnya, Merdeka.com melansir informasi anonim terkait penjualan aset properti milik Bakrie ke Hary Tanoe. Aset-aset Ical tersandera karena pinjaman Ical sebesar Rp 2 teriliun pada HT. Aset yang dijadikan jaminan terhadap utang itu adalah ANTV. Namun, sebelumnya, HT telah mengambil alih sejumlah aset properti milik Bakrie yakni Pullman Bali Legian Nirwana, Nirwana Bali Resort sebagai bagian dari komitmen Bakrie demi mendapat pinjaman Rp 2 triliun dari Hary Tanoe. HT membeli 19,90 persen saham PT Bali Nirwana Resort dari Sugilite Company Tbk dan PT Bakrie Nirwana Semesta.

Pengambilalihan aset properti milik Bakrie oleh Hary Tanoe bukan kali pertama ini terjadi. MNC Group, mengambilalih seluruh ruas tol milik PT Bakrie Toll Road (BTR), anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Ruas tol itu adalah Kanci-Pejagan, Jawa Barat (35 km), Pejagan-Pemalang, Jawa Barat/Jawa Tengah (57 km), Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur (45,3 km), Batang-Semarang, Jawa Tengah (75 km), dan Ciawi-Sukabumi, Jawa Barat (54 km). Direktur Utama Bakrieland Ambono Janurianto mengatakan, nilai perusahaan atas divestasi aset tol tersebut sekitar Rp2 triliun. “Proses divestasi ini hampir menjadi kenyataan. Dua pekan lalu, kami dan Pak Hary Tanoe sudah sepakat. Closing-nya diharapkan sebelum akhir 2012,” kata Ambono di Jakarta, Selasa (11/12).Tidak cukup hanya mencaplok ruas tol, HT juga mengambilalih Lido Lakes Resort, aset Grup Bakrie lainnya di bawah PT Lido Nirwana Parahyangan, anak usaha Bakrieland. Nilai perusahaan resor yang bakal dihubungkan oleh ruas tol Ciawi-Sukabumi itu senilai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun. Namun, info ini masih perlu dikonfirmasi ke pihak MNC.

Namun, belakangan berkembang rumor bahwa, Ical tidak akan menjual ANTV ke HT. Ical lebih memilih menjual ANTV ke Oesman Sapta Oedang. Pasalnya, saat ini Oesman sudah memiliki media TV online, Menit.TV, yang digadang-gadang sebagai cikal-bakal merger dengan ANTV.

HT vs Internal Hanura. Masuknya HT ke dalam jejeran elit partai Hanura tentu menggeser posisi beberapa kader lama. Salah satu kader yang jelas-jelas posisinya digeser adalah Yuddy Chrisnandi. HT menggeser peran Yuddy sebagai Ketua Bappilu yang lama. Namun, Yuddy mengaku legowo atas penggeseran tersebut demi kebesaran Partai Hanura. Namun, dibalik kata legowo, Yudi secara  implisit mengemukakan dirinya (digeser karena) tidak punya modal finansial yang kuat. “Saya legowo, saya ikhlas. Saya kan tidak punya modal. Saya hanya punya rencana-rencana strategis dan melaksanakannya,” kata Yuddy.

Kisruh internal yang paling banyak menyita perhatian adalah pernyataan Fuad Bawasier, soal ketidaksesuaian pencapresan Ketua Umum Hanura Wiranto dan HT dengan AD/RT Hanura. “Harusnya melalui Rapimnas, AD/ART-nya begitu. Keputusan penting harus melalui Rapimnas. Ini tiba-tiba muncul, siapa yang memutuskan dan mekanismenya nggak ada. Jadi menimbulkan masalah internal,” kata Fuad di Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Pernyataan penolakan Fuad terhadap pencapresan tersebut bisa ditarik dari sejarah hadirnya mantan menteri keungan zaman Orde Baru tersebut dalam dunia politik era Reformasi. Rumor politik menyebutkan, pasca era Soeharto, sejumlah pejabat Orde Baru disebar ke beberapa partai untuk mengamankan kerajaan Orde Baru yang tersisa. Salah satu diantaranya adalah Fuad Bawasier. Fuad awalnya bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Fuad, pada tahun 2000, merupakan salah satu faktor hengkangnya beberapa kader PAN. Belasan pengurus PAN yang mengumumkan pengunduran diri di Galeri Cemara, Jakarta Pusat,  pada Januari 2000 diantaranya  Arif Arryman, Ketua Komisi Ekonomi, dan Bara Hasibuan, Wakil Sekretaris Jenderal, Faisal Basri sebagai sekjen. Jumlah totalnya 16 orang yang hengkang dari partai yang mengaku reformis itu.

Albert Hasibuan, salah satu ketua DPP yang ikut mengundurkan diri, kepada sebuah media menyebut faktor Fuad Bawazier sebagai salah satu biang kerok kekecewaan mereka. Fuad Bawazier, menurut Albert Hasibuan, adalah orang Orde Baru yang harusnya ditolak kehadirannya sebagai anggota PAN. “Platform partai sejak awal tegas menolak orang seperti dia,” tutur Albert kepada Rachmat Baihaki dari GAMMA. “Dia orang Orba. Kehadirannya bisa membuat PAN terkontaminasi,” tambah Bara. Msuknya Fuad ke dalam PAN dibawa oleh Amien Rais. Fuad Bawazier, yang dituding menjadi biang kerok, menyerang balik. “Sebenarnya, dengan pengunduran diri mereka, PAN seperti kehilangan kotoran. Saya tahu betul banyak orang-orang di dalam yang sudah tidak tahan dengan para trouble makers itu. Mereka bicara banyak, tapi tidak mempunyai kontribusi apa-apa. Justru menusuk terus dari belakang,” tutur Fuad.

Fuad kemudian bergabung dengan Hanura pasca deklarasi tahun 2006. Masuknya HT ke Hanura tentu saja mengusik Fuad sebab HT merupkan penguasaha yang berani ‘melawan’ anggota keluarga Cendana.  HT sebagai seorang pengusaha yang melejit pasca-Soeharto, tidak melihat Tutut sebagai sosok yang harus terus menerus dihormati

Sejak era Soeharto berakhir, bisnis keluarga Cendana terpuruk. Perusahaan yang terpuruk diantaranya PT Bimantara Citra milik Bambang Trihatmojo. Lima stasiun televisi swasta yang kala itu dibangun untuk membentengi kepentingan Cendana, juga lepas satu per satu. Bimantara sendiri didirikan di Jakarta pada 1981 oleh trio Bambang Triatmodjo, beserta dua rekan sekolahnya, Rosano Barack dan M. Tachril Sapi’ie. Sampai tahun 2001, Bambang Tri masih jadi pemegang saham mayoritas dengan 31,49 persen. Namun, pada tahun 2002, Hary Tanoe masuk dan langsung menggerus saham milik Bambang Tri. Bos MNC ini langsung kuasai 24,94 persen lewat Bhakti Investama.

Bukan tanpa alasan jika Fuad berang dengan deklarasi Wirato HT. Duet Wirnto-HT aneh karena HT tidak tanamkan modal politik (hanya modal uang dan media) di Hanura. Bahkan HT bergabung ke Hanura dalam hitungan bulan. Namun lebih dari itu, kehadiran HT membuka kembali lembaran kompetisi antara keluarga Cendana dan HT.

 Perusahaan-Perusahaan  HT

  •   PT. Bhakti Investama, Tbk (BHIT) : Induk dari perusahaan grup Harry Tanoe.
  • PT. Global Mediacom, Tbk (BMTR) : Perusahaan Induk yang membawahi media setelah diakuisisi dari Bambang Triatmojo (anak Mantan dari Presiden Soeharto) yang dahulu bernama PT. Bimantara Citra Nenggala, Tbk (biasa disebut Bimantara).
  • PT. Media Nusantara Citra, Tbk (MNCN) : Perusahaan yang bergerak dibidang media (seperti : RCTI, Global TV, MNC TV (dahulu TPI setelah diakuisisi dari Mbak Tutut (mantan anak Presiden Soeharto)), Okezone.com, Okezone.TV
  • PT. MNC Kapital Indonesia, Tbk (d/h bernama PT. Bhakti Capital, Tbk) (BCAP) : Perusahaan Induk yang membawahi perusahaan seperti : PT. MNC Sekuritas (d/h bernama Bhakti Sekuritas), PT. MNC Asset Management (d/h Bhakti Asset Management) (perusahaan yang mengelola industri Reksadana), PT. MNC Assurance (Perusahaan yang bergerak dibidang Asuransi).
  • PT. Indonesia Air Transport, Tbk (IATA) : Perusahaan penerbangan perintis, namun saat ini dia juga pengelola Jalan Tol setelah mengakuisisi Jalan Tol milik Bakrie.
  • PT. MNC Land, Tbk (KPIG) : Perusahaan yang bergerak dibidang property khususnya yang menyediakan lahan untuk industri.
  • PT. MNC Sky Vision, Tbk (MSKY) : Perusahaan yang bergerak dibidang TV Berbayar seperti : INDOVISION & TOP TV. (Tim Riset/HBC)

LEAVE A REPLY